Home / Berita Terkini / Layanan TOEFL PPK Unpar

Layanan TOEFL PPK Unpar

Salah satu pelayanan yang disediakan oleh Pusat Pengembangan Karir Universitas Katolik Parahyangan (PPK Unpar), yakni Bagian Pengembangan Bahasa Asing. Melalui bagian ini, Unpar menyediakan fasilitas-fasilitas seperti Local Test Equivalent to TOEFL dan berbagai kursus bahasa asing.

Tim Publikasi Unpar berkesempatan mewawancarai Frank Landsman, MA Academic Advisor PPK Unpar. Frank yang berasal dari Belanda, telah meniti karir di Unpar selama 19 tahun.

Sejarah singkat TOEFL di Unpar

Frank bercerita, memasuki tahun 2000, pemerintah Indonesia mewajibkan TOEFL di setiap universitas dan perguruan tinggi. Persyaratan TOEFL itu sendiri menjadi salah satu rangkaian seleksi calon dosen atau untuk persyaratan dosen yang hendak melanjutkan sekolah ke luar negeri. Adapun skor TOEFL yang diharapkan dari mahasiswa Unpar pada waktu itu, 500 untuk S1, 550 untuk S2 dan mahasiswa S3 dengan skor 600. Dalam praktiknya, hal tersebut menjadi kendala sehingga skor disamaratakan untuk setiap jenjang, yaitu 500.

“Ada dilema lain, karena TOEFLnya dari Amerika (ITP), jadi tes pesan dari Amerika. Kebanyakan mahasiswa anggapnya terlalu sulit. Dalam praktek, 75% gagal. Hanya 1 dari 4 orang yang lulus. Yang lainnya butuh kursus atau bimbingan,” kata Mas Frank demikian ia akrab disapa.

“Kenapa ini begitu sulit karena topiknya selalu tentang Amerika. Yang mungkin jauh dari pengalaman mahasiswa kita karena tidak sempat kuliah di sana. Tiap soal itu tentang topik lain sehingga tidak nyambung satu dengan lainnya. Bagian listening comprehension hanya ada satu logat Amerika yang tidak terlalu umum di sini ,” jelasnya.

Local Test Equivalent to TOEFL Unpar

Berbagai tantangan terkait TOEFL ITP, membawa Unpar untuk membuat standard tes TOEFL sendiri. Unpar menjadi universitas swasta pertama yang menjadi pionir Local Test Equivalent to TOEFL.

“Saya memutuskan (pada saat itu), nomor satu, topik harus bervariasi dan nyambung untuk mahasiswa kita. Jadi, (topik) tentang internet pada waktu itu mulai populer. Topik tentang Asia juga, tentang Eropa. Jadi bukan American-Centered,” ujar Mas Frank.

“Tes itu jauh lebih diterima mahasiswa. Jadi, dalam praktek, 3 dari 4 orang lulus. Itu jauh lebih baik,” ujarnya.

iBT TOEFL

iBT juga merupakan metode TOEFL dari ETS Amerika. Dalam TOEFL iBT, ada beberapa peraturan, salah satunya, hanya ada tempat untuk empat orang peserta. Selain itu, dalam praktiknya, ada inspektor yang bertugas untuk mengawasi jalannya tes TOEFL.

“Biasanya, dua minggu hingga sebulan sekali untuk tes iBT (di Unpar),” kata Mas Frank yang sudah 23 tahun tinggal di Indonesia.

Terkait peserta TOEFL iBT, lebih sering diikuti oleh peserta dari luar Unpar, seperti mahasiswa internasional yang ada di Bandung.

Unpar menyediakan dua format layanan tes TOEFL bagi mahasiswanya juga masyarakat umum, yaitu Local Test Equivalent to TOEFL (paper-based dan computer-based) dan iBT TOEFL. Informasi lebih lanjut mengenai TOEFL di Unpar dapat diakses melalui http://cdc.unpar.ac.id/local-test-equivalent-to-toefl/ dan http://cdc.unpar.ac.id/ibt-toefl/

Selain itu, mahasiswa Unpar juga dapat mengambil kursus persiapan TOEFL (15 sesi termasuk tes akhir) dengan biaya sebesar 450,000 rupiah. Paket persiapan TOEFL tersebut sudah termasuk buku pelajaran.

Bagi mahasiswa Unpar yang merasa perlu mengambil sedikit latihan (warming up) menjelang tes berhak atas maksimum tiga sesi konsultasi atau bimbingan TOEFL (Struktur dan/ atau pemahaman kosakata & membaca) yang tidak dikenai biaya.