Home / Berita Utama / Kunjungan Studi Ekskursi TU Dortmund

Kunjungan Studi Ekskursi TU Dortmund

Kerjasama antara Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dengan TU Dortmund, Jerman telah berlangsung cukup lama. Kedua perguruan tinggi tersebut sudah seringkali melakukan program pertukaran pelajar. Tahun ini, sejumlah pengajar serta mahasiswa S2 dari TU Dortmund mengunjungi Unpar dalam rangka studi ekskursi di Indonesia.

Pada Senin (17/7) Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D bersama dengan segenap sivitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyambut rombongan TU Dortmund di Mgr. Geisse Lecture Theatre FISIP.

Tema besar yang diangkat pada kunjungan kali ini adalah Religion, Culture, and Politics Experiences from Indonesia. Selama satu minggu, para peserta mendapatkan beberapa pemaparan dari Prof. V. Bob Sugeng Hadiwinata Ph.D, dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Hubungan Internasional (HI) Unpar yang juga merupakan salah satu inisiator kerjasama Unpar-TU Dortmund serta Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto dan Dr. theol. Leonardus Samosir, OSC., Drs. dari Prodi Filsafat Unpar.

Guna mendalami kebudayaan Indonesia, mereka berkesempatan mengunjungi Desa Sukalaksana di Garut dan mengenal secara langsung bagaimana pola hidup serta keseharian masyarakat desa tersebut. Selain itu, mereka juga diajak mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Gedung Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, lalu Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqal, dan Gereja Katedral di Jakarta.

Salah satu poin yang diangkat dalam tema besar kunjungan kali ini yaitu perihal agama. Para peserta melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia yang menjunjung tinggi pluralisme. Di hari ketiga, mereka mendapatkan pengetahuan mengenai keragaman agama di Indonesia seperti agama Islam yang disampaikan oleh Sanerya Hendrawan, Ph.D., agama Hindu oleh Dr. I Nyoman Sudarta, agama Kristen oleh Pastur Sariwati Goenawan (GII Hok Im Tong, Dago), dan agama Katolik oleh Pst. Prof. Dr. Franz-Magnis Suseno.

Dari sisi politik, para peserta berkesempatan untuk menghadiri museum DPR dan bertemu salah satu pengajar di Unpar yang sekarang juga bekerja di DPR. Mereka mendapat pengetahuan dan informasi mengenai polemik dunia perpolitikan yang terjadi di tanah air menurut kacamata pegawai yang bekerja di DPR.

Kepala Bagian Kerjasama Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK) Unpar Ratih Indraswari S.IP, MA menyampaikan bahwa TU Dortmund adalah salah satu partner Unpar dalam Program Erasmus+, beasiswa yang diberikan Uni Eropa untuk membantu internasionalisasi pendidikan tinggi, khususnya melalui student dan faculty mobility program. Kedua program tersebut, tambahnya, saat ini menjadi fokus kerjasama bagi kedua universitas. Sebelumnya, Unpar dan TU Dortmund menjalin kerjasama dalam penyelenggaraan program Ph.D (supervising).

Mainly, (kerjasama Unpar-TU Dortmund di bidang) faculty and student mobility. Untuk student-nya baru sekarang. Kalo dulu itu, untuk Ph.D program (supervising)”, ujarnya kepada Tim Publikasi.

Hopefully, next year mahasiswa FISIP akan ke sana (TU Dortmund)”, ungkap Mbak Ratih, demikian beliau akrab disapa yang saat ini mengajar di Program Studi HI Unpar.

Di akhir sesi studi ekskursi, para peserta bertugas untuk melakukan presentasi mengenai agenda selama satu minggu kunjungan. Para peserta menambahkan bahwa tidak sedikit dari mereka yang mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya, bahkan benua Asia Tenggara. Para peserta belajar bagaimana menuntut ilmu dari berbagai perspektif. Tidak hanya dari perspektif mereka sebagai penduduk Jerman namun dari pandangan sebagai penduduk Indonesia.