Kuliah Terbuka Daring FH Unpar Membahas Hukum Pertanian

Seri perdana Kuliah Terbuka “Hukum Pertanian” pada Kamis (7/1/2021) malam membuka rangkaian seri kuliah yang membahas aspek-aspek hukum pertanian, agraria, dan perikanan di Indonesia. Seri ini dibawakan oleh Prof. Koerniatmanto, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Akademisi Unpar juga masyarakat dari berbagai latar belakang profesi maupun keilmuan menghadiri kuliah yang berlangsung selama dua jam ini.

Dalam kuliah pertama, Prof. Koerniatmanto mengantarkan peserta kuliah memahami peran penting hukum pertanian bagi keberlanjutan ekonomi agraris. Dengan kondisi alam yang luar biasa subur dan kaya sumber daya, sangat disayangkan jika pengelolaannya tidak didukung oleh perlindungan hukum yang baik.

Oleh karenanya, Prof. Koerni berkeinginan kuat untuk berbagi ilmu dan pandangan akan hukum pertanian kepada khalayak umum. “Kenapa kita tidak share, berbagi dengan anak bangsa sendiri, supaya kita bisa mengembangkan sendiri dengan percaya diri,” ungkapnya mengawali perkuliahan.

Sesi kedua diisi dengan paparan sejarah hukum pertanian di Indonesia. Prof. Koerniatmanto menjelaskan secara runtut perkembangan pertanian, termasuk aturan-aturan yang menyertainya, sejak masa peradaban awal Indonesia hingga masuknya perusahaan swasta di era Hindia Belanda.

Melalui paparan sejarah, terlihat bahwa hukum pertanian Indonesia memiliki akar historis yang sangat kuat. Baik kebudayaan lokal maupun kebijakan kolonial masih terasa dampaknya pada hukum hingga saat ini. Bahasan sejarah pertemuan kali ini dimulai dari pertanian berteknologi sederhana di masa kerajaan-kerajaan lampau sampai dengan munculnya monopoli perdagangan oleh Bangsa Eropa dan ditutup dengan masa awal industrialisasi perkebunan di Abad 19.

Adapun Prof. Koerniatmanto menaruh perhatian besar pada kemajuan hukum pertanian Indonesia. Terlihat dari serial buku terbitan Unpar Press yang secara spesifik membahas fenomena tersebut, melalui analisis dari berbagai sumber khususnya sejak masa reformasi. Buku terbaru dalam serial ini, “Hukum Akuabisnis dan Akuaindustri”, dirilis pada tahun 2020. 

Apresiasi Unpar

Aktivitas keilmuan bagi masyarakat luas serupa kuliah terbuka mendapat apresiasi dari Unpar. Hal ini disampaikan dalam sambutan Dekan FH Unpar Dr.iur. Liona N. Supriatna yang hadir dalam pertemuan perdana ini. Apalagi, bahasan hukum pertanian di Indonesia masih belum ditelaah secara mendalam.

Masih berkaitan dengan pokok bahasan kuliah, Dekan FH Unpar menyoroti banyaknya masalah yang dialami oleh petani-petani di Indonesia. “Ini kelemahan kita: Negara kita adalah negara agraris, tapi tidak ada orang yang concern terhadap masalah pertanian.” jelasnya. “Puji Tuhan, Prof. Koerni sangat concern mendalami bidang ini.”

Dengan peminat lebih dari 700 orang, kuliah ini diharapkan dapat memberi wawasan baru akan pentingnya hukum pertanian dalam meningkatkan perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat. Seri kuliah terbuka secara daring ini akan diselenggarakan sebanyak sepuluh kali pertemuan melalui aplikasi Zoom. Selain itu, masyarakat dapat mengikuti rangkaian perkuliahan melalui siaran langsung pada kanal YouTube Unpar. (DAN – Divisi Publikasi)