Home / Berita Terkini / Kuliah Tamu Diplomasi Soroti Peran Diplomat Indonesia dalam Isu Multilateral

Kuliah Tamu Diplomasi Soroti Peran Diplomat Indonesia dalam Isu Multilateral

Berbagai upaya diplomasi dilakukan Indonesia, secara formal maupun informal, telah berhasil membuat Indonesia terpilih menjadi anggota DK-PBB pada tahun 2018, serta  Dewan Hak Asasi manusia (HAM) PBB pada 2019. Sebagai anggota dua organisasi penting tersebut, kini Indonesia dapat berperan optimal dalam menjaga perdamaian dunia dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. 

Hal tersebut disampaikan oleh Febrian Ruddyard, Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral pada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam Kuliah Tamu Diplomasi di Gedung FISIP UNPAR, Rabu (5/2/2020). Berbagai aspek lain terkait isu-isu multilateralisme juga dibahas secara menarik oleh Bpk. Ruddyard di hadapan mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional.  

Sebagai calon diplomat masa depan, mahasiswa mendapat kesempatan untuk menggali informasi dan wawasan karier diplomat, termasuk pendidikan lanjutan, jenjang karier, peluang, tantangan, dan berbagai kesempatan menarik yang didapat oleh diplomat. Misalnya, dapat berpindah negara dan mengalami kontak di berbagai budaya berbeda sehingga memperkaya pengalaman di dunia global. Profesi diplomat saat ini juga lebih terbuka dan bersahabat bagi perempuan, dengan dibukanya kesempatan yang sama untuk berkarier bagi pasangan diplomat.

Dr. Sukawarsini Djelantik selaku moderator memandu diskusi yang berlangsung dinamis. Kehadiran praktisi melalui kuliah tamu sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena teori-teori yang dipelajari di kelas semakin lengkap dengan paparan dan pengalaman diplomat. Hal ini tentu menambah pemahaman mahasiswa mengenai aktivitas diplomasi. (/DAN)