Home / Berita Terkini / Konser Let’s Cherish, Upaya Apresiasi Terhadap Seni

Konser Let’s Cherish, Upaya Apresiasi Terhadap Seni

Apresiasi terhadap seni, khususnya seni musik, dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui seni pertunjukan, misalnya dalam bentuk konser. Seperti yang dilakukan oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), yang menyelenggarakan Konser Intern ke-22, bertajuk “Let’s Cherish”, pada Minggu (7/5) lalu. Konser yang diadakan di Aula Sekolah Pascasarjana Unpar ini menyuguhkan berbagai komposisi paduan suara, dari karya klasik gubahan Monteverdi hingga lagu-lagu populer dan musikal.

Selain menjadi ajang bagi anggota PSM Unpar untuk mengasah kualitas vokalnya, konser ini menjadi momen penting bagi mahasiswa anggota baru PSM Unpar, yang secara resmi bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tersebut. Konser ini juga menjadi wadah pengembangan diri, khususnya bagi mahasiswa yang memiliki bakat dalam memainkan instrumen musik, maupun menjadi konduktor.

Konser diawali dengan karya gubahan Claudio Monteverdi, seorang penulis dan penggubah lagu klasik, dengan konduktor Alfonsus Albert. PSM Unpar sengaja memilih lagu-lagunya untuk memperingati 450 tahun Monteverdi, sekaligus menunjukkan penghormatan dan apresiasi atas jasa dan karyanya, khususnya dalam dunia tarik suara. Sesi pertama konser menjadi menarik, karena karya-karya Monteverdi dibawakan oleh chamber choir, dengan jumlah penyanyi tidak lebih dari 40 orang.

Berikutnya, Rangga Dharmadi membawakan lagu-lagu bertemakan cinta dalam beberapa bahasa. Lagu “Doko Ka Ni” gubahan Ko Matsushita membuka sesi kedua. Lagu yang dibawakan oleh women choir ini kemudian dilanjutkan oleh karya Eric Whitacre, seorang penggubah kontemporer, yang berjudul “Five Hebrew Love Songs”. Seperti judulnya, Whitacre menggubah karya berupa rangkaian lima lagu cinta berbahasa Ibrani.

Babak kedua konser diisi oleh karya adaptasi George Shearing terhadap sonata Shakespeare. Karya gubahan Shearing terdiri atas lima lagu dari berbagai drama komedi dan tragedi karya penulis drama asal Inggris tersebut. Sesi ini menampilkan Christo Mario sebagai konduktor.

Konser diakhiri dengan sesi keempat yang dibawakan oleh Stanislaus Patrick. Terlebih, beberapa lagu melibatkan koreografi, sehingga menghidupkan suasana dan ekspresi lagu. Rangkaian konser ditutup dengan lagu “This is The Moment”, yang diadaptasi dari Musikal Jekyll and Hyde, sebagai encore, diiringi sambutan meriah dari penonton.

Konser Intern merupakan program kerja rutin UKM  PSM Unpar. Konser ini membuka peluang bagi mahasiswa baru untuk terlibat aktif dan mengenal lebih jauh PSM Unpar, sekaligus menjadi ajang pencarian dan pengembangan bakat mahasiswa, khususnya dalam bernyanyi dan bermusik.