Home / Berita Terkini / Konser Appassionatale Bawa Keceriaan Natal Bagi Anak-Anak

Konser Appassionatale Bawa Keceriaan Natal Bagi Anak-Anak

Menyambut Hari Natal serta menyongsong akhir tahun 2019, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PSM Unpar) menggelar konser amal pertamanya yang bertajuk “Appassionatale”. Konser ini diselenggarakan sebanyak satu sesi di Bumi Silih Asih Keuskupan Bandung pada Jumat (13/12) serta dua sesi konser di Balai Resital Kertanegara Jakarta pada Minggu (15/12).

Bertepatan dengan Momen Natal, konser kali ini terasa berbeda karena sebagian hasil penjualan tiket konser beserta kontribusi penonton akan didonasikan kepada lembaga-lembaga sosial di Kota Bandung. Lembaga-lembaga tersebut yaitu Yayasan Rumah Cinta Anak Kanker, Lembaga Kesejahteraan Anak Dana Mulia, serta Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma. 

Hal ini selaras dengan niat PSM Unpar untuk belajar berbagi kepada yang membutuhkan, khususnya anak-anak. “Bukan hanya berbagi materi, tapi juga ilmu bernyanyi kami khususnya kepada anak anak Dana Mulia dan berbagi kasih kepada sesama dengan mengunjungi anak anak Kanker di Rumah cinta Anak Kanker dan down syndrome di Bhakti Luhur Alma,” ujar Grace Angel selaku Ketua Pelaksana Konser saat dihubungi oleh Tim Publikasi.

Konser Appassionatale terdiri dari dua babak. Babak pertama diisi dengan gubahan kontemporer lagu-lagu bertemakan Natal dari komposer ternama dunia lewat arahan dari konduktor Ega O. Azarya. Pada babak kedua konser, PSM Unpar membawakan lagu-lagu Natal yang populer dari seluruh dunia, dengan irama yang lebih ringan dan ceria. Babak kedua dibawakan oleh konduktor Alfonsus Albert. Selain itu, PSM Unpar juga menghadirkan pianis Daniel Alexander sebagai pengiring pada lagu-lagu pilihan.

Bernyanyi Bersama Anak-Anak

Ada hal yang menarik para penonton pada Babak Encore Konser Bandung Appassionatale. PSM Unpar bernyanyi bersama anak-anak asuhan Lembaga Kesejahteraan Anak Dana Mulia. Nyanyian anak-anak ini membawa aura berbeda dalam lagu “Christmas Sanctus” gubahan Lee Dengler dan “Christmastime” oleh Llyod Larson. Penampilan kolaborasi ini mendapatkan sambutan meriah dari para penonton konser. Konser Bandung juga diisi dengan penyerahan simbolis donasi PSM Unpar kepada perwakilan tiga lembaga sosial.

Di Jakarta, PSM Unpar juga mengundang tamu istimewa. Mereka adalah alumni PSM Unpar berbagai angkatan yang membawakan dua buah lagu yaitu “While Shepherds Watched Their Flocks” dan “Carol of Joy” di akhir babak pertama. Di sela-sela kesibukannya, para alumnus Unpar meluangkan waktu untuk turut serta merayakan Natal bersama para mahasiswa anggota PSM Unpar, sekaligus mendukung penggalangan dana dalam konser amal ini. Paduan Suara Alumni lalu berkolaborasi dengan PSM Unpar dalam encore baik di konser pertama maupun kedua.

Suksesnya Konser Appassionatale membawa kesan tersendiri bagi Grace. “Aku senang teman-teman chorister dan panitia sangat antusias untuk sama sama mewujudkan konser ini,” ujarnya. “Aku juga senang bisa mendorong banyak orang untuk berbagi juga melalui konser ini, sehingga donasi yang terkumpul jauh melampaui target yang kami harapkan.”

Melalui Konser Appassionatale, PSM Unpar tidak hanya menghadirkan keceriaan bagi para penggemar musik paduan suara dengan penampilannya. Lebih dari itu, mereka turut serta membawa kebahagiaan bagi anak-anak menyambut musim penuh keceriaan ini. “Aku berharap semoga melalui konser ini, temen temen PSM bisa dapat pengalaman yang berbeda dan tidak terlupakan.” ungkap Grace. “Dan aku juga berharap semua penonton yang sudah hadir bisa terhibur dengan penampilan kami dan bisa memberi kenangan yang baik untuk menutup tahun 2019 ini.” (DAN)