Home / Berita Terkini / Kompetisi Matematika (Komat) Unpar 2018: “Ocean”

Kompetisi Matematika (Komat) Unpar 2018: “Ocean”

Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali menyelenggarakan Kompetisi Matematika (Komat) tingkat Nasional. Acara ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada 9 November dan berakhir dengan babak final pada 10 November.

Ditujukan bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk kategori grup/tim dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk kategori perorangan di seluruh Indonesia, Komat diselenggarakan untuk menumbuhkan kecintaan dan semangat dalam menggeluti bidang Matematika. Adapun, peserta yang lolos seleksi Komat tahun ini berasal dari  Surabaya, Palembang, dan sekolah-sekolah di pulau Jawa, termasuk Bandung dan Jakarta.

Dalam rangkaian Komat 2018, juga diadakan workshop dengan tema “Generating Function: Application to Countring Problems and Recurrence Problems” yang disampaikan oleh Iwan Sugiarto, S.Si,M.Si dosen Matematika Unpar. Workshop ini diperuntukkan bagi para pendamping (guru) peserta kompetisi maupun para pecinta matematika yang bukan pelajar SMP-SMA. 

Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D turut hadir menyampaikan kata sambutan serta secara resmi membuka acara Komat 2018. “Tetap semangat ya ade-ade. Keep the spirit high! Do your best!,” katanya memberikan semangat kepada para peserta kompetisi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) Unpar Dr. Ferry Jaya Permana, Drs., MSi, ASAI menyampaikan kata sambutannya, “Jaman sekarang sudah mulai berubah… Sekarang mulai booming Matematika Aktuaria… Tidak berapa lama lagi, mungkin muncul big data. Karena dengan berkembangnya teknologi (ada) matematika keuangan, aktuaria.”

“Matematika jadi profesi yang progresif, dikejar banyak orang… Kalo kalian suka matematika tidak perlu takut ambil profesi (di bidang) Matematika,” ungkapnya.

Matematika bagaikan sebuah samudra

Komat 2018 mengangkat tema “Ocean” yang berarti samudra. Samudra menjadi tempat bagi para pelaut untuk berlayar, menemukan bagian-bagian bumi lainnya yang belum terjamah oleh manusia. Begitu pula dengan Komat, ingin menghasilkan para pelaut pemberani yang menemukan hal-hal menarik dalam ilmu Matematika yang mungkin belum diketahui banyak orang. Diharapkan, ilmu tersebut dapat menjadikan masyarakat yang lebih berani dan benar dalam menyelesaikan masalah.

“Jadi, kenapa kita mengusung tema ‘Ocean’, ocean itu kan artinya samudera. Samudera itu luas. Jadi, kita mengandaikan matematika itu sangat luas. Khususnya di dunia kerja, itu tuh sangat luas. Jadi, bukan hanya seperti jadi dosen, jadi guru, ternyata di matematika bisa jadi bagian-bagian dari teknik-teknik lain loh. Karena kan Matematika itu ilmu dasar, jadi prodi lain pun pasti belajar matematika,” terang Rudi ketua panitia Komat 2018 yang ditemui tim Publikasi Unpar secara terpisah.

Rudi mengungkapkan, tujuan Komat ini diadakan untuk memperkenalkan bidang Matematika dan Prodi Matematika ke khalayak. Ia juga mengatakan, Komat tahun ini ingin mengajak mahasiswa di luar Prodi Matematika untuk turut andil dalam menyukseskan Komat melalui sesi perkenalan program studi.

“Tentunya, Komat itu tiap tahun pasti ada yang berbeda. Kalo yang berbeda di tahun ini adalah kita pengen mahasiswa di luar Matematika juga ikut andil dalam menyukseskan Komat ini dengan cara dateng ke bazaar-bazaar yang kami buat,” terangnya antusias.

Adapun, para pemenang Komat 2018, yakni untuk tingkat SMA; Juara 1 Ubaidillah Ariq Prathama (SMAN 8 Jakarta), Juara 2 Grace Kurniawan (SMA Tarakanita 2), dan Juara 3 La Ode Rajuh Emoko (SMA Pribadi Bandung) sedangkan untuk tingkat SMP; Juara 1 Sandy Kristian Waluyo & Micky Valentino (SMPK Penabur Cirebon), Jonathan Sugiharto & Vanya Priscillia Bendatu (SMP Petra 3), dan Servian Husada & Jonathan Edrik Tanoto (SMP Santa Maria Cirebon).