Home / Berita Terkini / Komat Unpar 2019 Ajak Generasi Muda Selami Matematika lewat Tema “Puzzle”
  • (Sumber: matematika.unpar.ac.id)

  • (Sumber: matematika.unpar.ac.id)

Komat Unpar 2019 Ajak Generasi Muda Selami Matematika lewat Tema “Puzzle”

Ajang tahunan Kompetisi Matematika (Komat) kembali diselenggarakan oleh Program Studi Matematika Unpar bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika (HMPSMa). Kompetisi tahun ini menjaring sekira 70 tim SMA dan 40 tim SMP setelah menyeleksi 90 tim SMA dan 52 tim SMP secara online. Selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 15 dan 16 November 2019 para peserta berkompetisi memperebutkan piala bergilir Komat Unpar.

Tahun ini, Komat Unpar mengangkat tema “Puzzle” yang diiringi tagline “Think First, Find The Solution”. Kenzo Lorenzo selaku Ketua Pelaksana Komat 2019 memaknai tema tersebut sebagai ‘kepingan’ ilmu lain. Matematika adalah dasar dan pelengkap penting dalam berbagai cabang ilmu. “Kata orang, matematika itu sebagai ‘ratu’-nya ilmu murni,” ungkapnya kepada Tim Publikasi di sela-sela kegiatan.

Alur kompetisi tahun ini serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. Setelah melalui tahap seleksi, tim dari sekolah yang terpilih menempuh babak perempat final dan semifinal di Unpar. Soal-soal diberikan dalam format pilihan ganda untuk perempat final dan esai untuk semifinal. Babak final kemudian diadakan pada hari kedua. “Modelnya pemecahan masalah, dan dipresentasikan (hasilnya) di hadapan para dosen,” ujar Kenzo.

Di tingkat SMA, Juara I diperoleh I Gede Arya Raditya Parameswara dari SMAN 3 Bandung, disusul Juara II, Nicholas Russell Saerang (SMAK IPEKA Sunter) dan Juara III, Edgar Sulaeman (SMAK Penabur Cirebon). Adapun Muhammad Nadhif Haryadipta (SMA Labschool Jakarta) memperoleh Juara IV, sedangkan Andrew Janong (SMAK 5 Penabur Jakarta) mendapat Juara V.

Sedangkan di tingkat SMP, Tim SMPK 1 BPK Penabur Bandung yang beranggotakan Rafen Max Alessandro dan Rafael Nevan Prayogo meraih Juara I. Mereka diikuti oleh Tim SMP Bintang Mulia Bandung (Christopher Chandra dan Meinhard Christian) sebagai Juara II, SMPK 5 Penabur Jakarta (Kezia Stefani dan Madeline Yensia) sebagai Juara III, SMPK 1 BPK Penabur Bandung (Andrew Raynard Liharja dan William Wiranatha) sebagai Juara IV, dan SMPK 5 Penabur Jakarta (Jesreel Hasiholan Tua Sigalingging dan Timothy Daniel Silitonga) sebagai Juara V.

Wawasan Aktuaria

Bertepatan dengan Komat 2019, Prodi Matematika Unpar turut memperkenalkan ilmu aktuaria sebagai salah satu konsentrasi yang ditempuh oleh mahasiswa matematika Unpar. Wawasan aktuaria disampaikan dalam dua sesi, yaitu seminar aktuaria yang diselenggarakan setelah pembukaan kompetisi, serta workshop aktuaria bagi para pendamping peserta kompetisi.

Dikutip dari situs matematika.unpar.ac.id, seminar dibawakan oleh Melissa Kurniawan, ASA. Narasumber merupakan aktuaris profesional yang telah mendapatkan gelar Associate dari Society of Actuaries (SOA). Dalam sesi seminar ini, ia memperkenalkan dunia aktuaria yang sarat akan analisis resiko kepada para peserta kompetisi. 

Menjadi aktuaris membutuhkan penguasaan berbagai bidang ilmu selain matematika, mulai dari statistika hingga programming. Profesi aktuaris pun tidak hanya terikat pada satu bidang saja seperti asuransi, namun ternyata juga bisa diterapkan di bidang-bidang industri lainnya. 

Berkenaan dengan aktuaria, Komat 2019 menghadirkan pula workshop yang diisi oleh ahli aktuaria Unpar Dr. Ferry Jaya Permana, ASAI. Workshop yang utamanya ditujukan bagi para guru pendamping ini menjadi ruang perkenalan ilmu aktuaria, melalui paparan serta contoh kasusnya. Workshop ini sekaligus memperkenalkan program peminatan aktuaria yang dinaungi oleh program studi matematika Unpar.

Untuk memeriahkan Komat 2019, panitia juga menyelenggarakan bazaar yang bertempat di kawasan Rooftop Gedung 10 Kampus Ciumbuleuit. Para pengunjung bazaar dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan program studi yang dinaungi oleh Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) Unpar, sekaligus mencicipi berbagai jajanan kuliner. “Bazaar diikuti oleh 15 stan,” jelas Kenzo, “Termasuk dari fakultas kita (FTIS) juga.” 

Komat Unpar diselenggarakan untuk menghilangkan anggapan bahwa matematika tidak menarik, sedangkan fakta justru menunjukkan sebaliknya. Seperti yang diungkapkan oleh Kenzo, “Ilmu matematika lebih luas dibandingkan dengan yang selama ini kita pelajari.” (/DAN)