Home / Berita Terkini / Komat, Menjelajahi Pesona Matematika

Komat, Menjelajahi Pesona Matematika

Dalam dunia ilmiah, matematika adalah ilmu yang menjadi fondasi bagi beragam ilmu lain. Sebutlah ilmu teknik, fisika, kimia, statistika, akuntansi, informatika, dan lain sebagainya. Di masa yang semakin maju dan penuh keberlimpahan data, penguasaan terhadap matematika juga makin penting. Pengolahan data yang baik akan menjadi penunjang bagi berbagai bidang ilmu sosial, misalnya ilmu komunikasi, kebijakan publik, sektor privat dan bisnis, sebagai dasar pembuatan rekomendasi dan pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Berani berkompetisi

Penjelajahan matematika bagi generasi muda dapat dimulai dengan mengikuti kompetisi matematika. Melalui kompetisi, peserta tidak hanya mendapat kesempatan mengasah ilmunya, tetapi juga mendapat pengalaman belajar dan bertemu dengan sesama pencinta matematika. Tentunya, hal ini bisa tercapai dengan kompetisi yang dirancang dengan tepat dan menarik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan para pesertanya.

Kompetisi matematika menjadi agenda tahunan unggulan Program Studi Matematika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika (HMPSMa). Kompetisi Matematika (Komat) Unpar selalu dinanti oleh SMP dan SMA dari berbagai penjuru Nusantara.

Tahun ini, Komat mengangkat tema ‘Explore’, yang merupakan wujud keinginan penyelenggara dalam mengenalkan kembali matematika sebagai hal yang menyenangkan kepada masyarakat umum, salah satunya lewat siswa-siswi SMP dan SMA. Ditemui Tim Publikasi Unpar, Thomas Agung Ketua Pelaksana Komat 2017 mengatakan, “Kita ingin masyarakat mengeksplorasi lebih lanjut tentang matematika.” Apalagi, tambahnya, matematika adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unpar Mangadar Situmorang menegaskan, Komat bukan hanya ajang mencari pemenang semata, tetapi menumbuhkan kecintaan dan semangat menggeluti matematika. Sejalan dengan pengembangan kaum muda, Unpar akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya sekolah menengah. “Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan sekolah menengah sangat penting,” jelasnya. Beliau berpesan, “Teruslah semangat belajar dan berkompetisi (dengan) sehat.”

Memecahkan olimpiade matematika

Memahami matematika kadang juga terasa sulit bagi guru dan orang tua yang mendampingi para generasi muda. Terutama bila sudah menyangkut dengan Olimpiade Matematika, baik di tingkat nasional maupun internasional. Soal-soal yang ‘menjebak’ dan kompleks sering menjadi penghalang bagi siswa-siswi untuk berani terjun mengikuti kompetisi.

Dalam Komat 2017 juga diselenggarakan lokakarya penyelesaian soal-soal olimpiade matematika. Seorang alumnus Matematika Unpar yang juga pendiri Wardaya College Anton Wardaya, mengajak para peserta untuk mencari solusi bagi permasalahan matematika yang sering keluar baik dalam olimpiade matematika di dalam maupun luar negeri. Adapun,  lokakarya tersebut bertajuk “The Pearl of Mathematics Olympiad”.

Mayoritas peserta lokakarya merupakan guru pendamping peserta Komat dan mahasiswa.  Sekitar 40 orang peserta mengikuti lokakarya yang berlangsung selama dua jam tersebut. Para peserta mendapatkan modul berbagai soal khas olimpiade matematika, yang dibahas secara langsung dan sistematis sehingga mudah dipahami. “Intinya pembahasan soal-soal olimpiade matematika dengan cara-cara yang efektif dan menarik,” jelas Thomas terkait penyelenggaraan lokakarya.

Selain mengadakan kompetisi dan lokakarya, kegiatan Komat juga diisi dengan pengenalan Prodi Matematika oleh para tenaga pengajar, serta pengenalan profesi Aktuaris oleh tim READI (Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia). READI merupakan program bantuan pembangunan dari pemerintah Kanada melalui University of Waterloo untuk membantu pengembangan Manajemen Risiko, Ketahanan Ekonomi, dan Ilmu Aktuaria di Indonesia (2015-2020). Sebelumnya, Prodi Matematika Unpar telah menjalin kerja sama dengan kedua pihak beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan Komat Unpar 2017 diharapkan mampu menarik minat masyarakat, terlebih kaum muda akan matematika. “Kita ingin mengubah paradigma masyarakat melalui hal-hal kecil seperti ini,” pungkas Thomas.

 

Sumber:

KOMPAS – Griya Ilmu (Selasa, 19 Desember 2017)