Home / Berita Utama / Kolaborasi Budaya Kembangkan Potensi Lokal

Kolaborasi Budaya Kembangkan Potensi Lokal

Untuk kedua kalinya, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung kembali menggelar program Social Enterprise for Economic Development (SEED). Lewat SEED, mahasiswa diharapkan dapat terlibat langsung dengan masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan sosial yang berbasis pada potensi lokal.

Sama seperti tahun lalu, selain melibatkan mahasiswa Unpar, program SEED juga mendatangkan mahasiswa dari beberapa kampus di ASEAN, di antaranya Universiti Malaysia Kelantan, Thaksin University (Thailand), dan Prince of Songkla University (Thailand). Itu sebabnya, SEED disebut juga sebagai “program lintas budaya” karena kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi nasional maupun luar negeri.

Menurut Fernando Mulia Ketua SEED Unpar 2017, mahasiswa luar negeri diberi kesempatan untuk ikut bergabung agar tercipta gagasan atau kegiatan yang komprehensif, yang lahir dari kolaborasi antarbudaya. Mahasiswa asing diharapkan membawa pengetahuan, kearifan lokal, serta teknologi yang berbeda sehingga bisa berkontribusi besar dalam SEED.

“Inti dari program SEED adalah kami ingin merangkul peserta dalam pengembangan social enterprise yang berbasis kearifan lokal. Selain cross culture, SEED juga terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan. Dengan adanya multidisiplin ini diharapkan tercipta solusi jitu bagi daerah pelaksana program,” ungkap Fernando.

Terdapat 34 peserta yang tercatat mengikuti SEED Unpar 207. Tujuh di antaranya adalah mahasiswa Unpar, dua datang dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, dan sisanya adalah mahasiswa asing dari Thaksin University (Thailand), Prince of Songkla University (Thailand), dan Universiti Malaysia Kelantan. Para peserta ini dibagi ke empat dusun yang ada di Desa Rawabogo, Ciwidey dan akan tinggal bersama masyarakat di desa tersebut mulai tanggal 8-18 Juli 2017.

Meski berbeda budaya dan bahasa, ke-34 peserta dituntut untuk mampu saling bekerja sama sebagai tim dan menghasilkan peluang bisnis, strategi keuangan, strategi pemasaran, dan penguatan perekonomian yang sesuai dengan potensi desa tersebut. Sebagai pendamping, Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi Unpar kembali menjadi penyelenggara SEED di tahun ini.

“Selain sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarkat, program ini juga berguna bagi para mahasiswa peserta SEED untuk mendapat pendidikan transformatif melalui exposure antarbudaya internasional. Mereka juga mendapat pengalaman berharga bagaimana bekerja sama satu tim dengan mahasiswa dari luar negeri. Satu hal yang membuat program ini berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata adalah fokus SEED yang tertuju pada peningkatan dan pemberdayaan ekonomi lokal, sejalan dengan visi Unpar,” tutur Fernando.

Program SEED adalah hasil kolaborasi dengan ASEAN Learning Network (ALN), sebuah organisasi yang beranggotakan guru besar, dosen dan peneliti dari beberapa institusi pendidikan tinggi di Asia Tenggara seperti San Beda College (Filipina), Thaksin University (Thailand), Ho Chi Minh UCity (Vietnam), Prince of Songkla (Thailand), Universiti Malaysia Kelantan, Banking University (Vietnam) dan beberapa perguruan tinggi asing lainnya.

SEED diharapkan menjadi wadah pendidikan transformatif melalui eksposur antarbudaya yang memiliki output yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini memberikan kesempatan secara terstruktur bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk bersatu, berinteraksi, dan melaksanakan penelitian langsung (onsite) sebagai dasar untuk mengembangkan business plan yang tepat.

 

Sumber: Majalah MIX (Edisi 26 Juli 2017-22 Agustus 2017)