Home / Berita Terkini / Klinik Pratama Unpar Kini Melayani BPJS Kesehatan

Klinik Pratama Unpar Kini Melayani BPJS Kesehatan

Kesehatan menjadi aset yang sangat berharga bagi setiap individu. Dengan terpeliharanya kesehatan, kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Yayasan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyadari bahwa kesehatan, selain pendidikan, adalah modal penting dalam membangun masyarakat dan bangsa.

Hal ini mendorong pendirian Balai Pengobatan (BP) Unpar yang didirikan pada 27 November 1999, sebagai bentuk pelayanan kesehatan bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar Unpar. Pendirian BP Unpar diwujudkan atas kerjasama antara Yayasan Unpar dengan Perkumpulan Perhimpunan Santo Borromeus (PPSB). PPSB adalah badan yang menaungi beberapa rumah sakit dan instansi pelayanan kesehatan di Kota Bandung dan beberapa kota di Jawa Barat.

Sebagai upaya peningkatan pelayanan, pada tahun 2013 BP Unpar dipindahkan ke Jalan Menjangan No.14 Ciumbuleuit. Bersamaan dengan perpindahan tersebut, nama BP Unpar diubah menjadi Klinik Unpar.

Peningkatan layanan Klinik Unpar mendorong transformasi menjadi Klinik Pratama Unpar, pada September 2016. Kini, Klinik Pratama Unpar telah bergabung sebagai salah satu penerima anggota Jaminan Kesehatan Nasional dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (JKN-BPJS), terhitung sejak 1 Juli 2017. Hal ini membuka peluang baru bagi mahasiswa, pegawai Unpar serta masyarakat umum, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkualitas.

Sebagai bentuk rasa syukur, diadakan Ibadat Pemberkatan dan Peresmian Layanan JKN-BPJS Klinik Pratama Unpar pada Senin (11/9). Acara dihadiri oleh perwakilan Yayasan Unpar, Pengurus PPSB, Rektor dan Pimpinan Unpar, perwakilan unit pelayanan dan rumah sakit di sekitar Unpar, perwakilan masyarakat sekitar serta mahasiswa. Upacara Pemberkatan dipimpin oleh Pastor B. Hendra Kimawan OSC.,L.Th.

Dalam homilinya, Pastor Hendra berharap agar Klinik Pratama Unpar sungguh menjadi wujud nyata perpanjangan tangan dan kasih Allah di dunia, khususnya bagi masyarakat dan sivitas akademika Unpar. “Semoga tempat ini menjadi tempat yang membawa berkat,” tuturnya, sehingga orang yang berobat dapat pulang dalam kegembiraan, membawa kebahagiaan bagi orang lain, juga masyarakat. Seusai homili, Pastor Hendra melakukan prosesi pemberkatan bagi gedung serta peralatan kesehatan yang ada.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Yayasan Unpar Drs. Johanes Bambang Hardiono, Ak., M.M. Ia menekankan bahwa pendirian Klinik Pratama Unpar merupakan bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam berbagai bidang penunjang lain, salah satunya kesehatan. “Hal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPSB dr. Cynthia Liem dalam sambutannya, mengingatkan pentingnya keberadaan Klinik Pratama Unpar untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat akan pola hidup sehat sebagai sebuah tantangan besar dan berkesinambungan. Ia menambahkan, “PPSB berharap mendapat dukungan dan bekerja sama dengan Yayasan Unpar untuk terus mengembangkan layanan sesuai dengan kebutuhan tersebut.”

Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D menyatakan apresiasinya atas keberadaan pelayanan kesehatan di kawasan Kampus Unpar. “Kehadiran layanan kesehatan di kampus memberikan kekuatan psikologis yang besar,” jelasnya. Hal ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat Unpar, namun juga bagi masyarakat sekitar yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dalam pembangunan dan kemajuan di masa depan.

Acara ditutup dengan pembukaan tirai sebagai bentuk peresmian layanan JKN-BPJS di Klinik Pratama Unpar oleh perwakilan Yayasan Unpar, Ketua PPSB serta Rektor Unpar, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan acara ramah tamah. Pada kesempatan tersebut, masyarakat serta tamu undangan juga mendapat kesempatan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah secara gratis dari Klinik Pratama Unpar.