Home / Alumni / Kerjasama Internasional dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan di Kota Cimahi

Kerjasama Internasional dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan di Kota Cimahi

Tidak dapat dipugkiri bahwa globalisasi mendorong persaingan dan dampaknya terasa hingga ke tingkat lokal. Untuk dapat bersaing maka aktifitas penelitian dan pengembangan (R&D) memegang peran yang sangat penting dalam menemukan, menggali potensi lokal, membawa ide – ide baru dan segar kemudian diimplementasikan baik pada tataran kebijakan, program maupun kegiatan. Lebih jauh lagi, kegiatan penelitian dan pengembangan dituntut memberikan dampak yang kongkrit dan implementatif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mengutip laporan Bpk. Tata Wikanta selaku Kepala Bappeda Kota Cimahi dalam Rapat Penerimaan Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Internasional pada tanggal 9 Juli 2018 di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi, dalam era penguatan daya saing bangsa dan globalisasi, Pemerintah Kota Cimahi dituntut untuk mampu melaksanakan proses perencanaan pembangunan yang kospetual, efisien, dan efektif sehingga setiap peluang pengembangan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya guna tercapainya kemajuan dalam berbagai bidang untuk kesejahteraan rakyat yang semakin meningkat dan berkeadilan. Untuk mendukung proses penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan dibutuhkan masukan yang bersifat ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehubungan dengan hal itu maka Kota Cimahi terus berusaha untuk memperkuat sumberdaya manusianya dan memperluas jaringan kerjasama hingga ke tingkat internasional.

Maka sejak awal tahun 2018 Kota Cimahi telah mulai membangun kerjasama nasional dan internasional dalam bidang kelitbangan. Sebagai langkah awal dari perwujudan kerjasama internasional dalam bidang penelitian dan pengembangan ini maka dengan fokus/tema penelitian dalam bidang kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) Kota Cimahi pada tanggal 7 hingga 9 Juli 2018 Kota Cimahi telah menerima kunjungan sebanyak kurang lebih  50 orang peneliti dan mahasiswa dari dalam dan luar negeri untuk melakukan penelitian dan tinggal bersama di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Lewigajah – Kota Cimahi.

Bekerjasama dalam Program International Volunteering for Better Inclusivity (INVENT) para mahasiswa dan peneliti melakukan community engagement yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Universitas Katolik Parahyangan (UNPAAR) Bandung, Universitas Katolik Widyamandala Surabaya, UNJANI Cimahi, Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan UNPAD serta mahasiswa asing yang berasal dari Universitas Malaya Malaysia, Indian Institute of Technology (IIT) Bombay India, Manipal Higher Education, Karnataka India, dan Chao Tung University Taiwan, Kenya, Tanzania, Rwanda, Vietnam dan Syria.

Rangkaian kegiatan

Selama rangkaian kegiatan INVENT, para peserta mengikuti sesi materi dengan topik sosiologi dan sociopreneurship. Partisipan juga melakukan kegiatan volunteering di Kampung Adat Cirendeu, Jawa Barat dan melakukan gerakan penyelamatan lingkungan dengan melakukan penanaman pohon.

Sebelum bertolak ke Cireundeu, bertempat di Kampus Fisip UNPAR Bandung  seluruh peserta diberikan materi mengenai dasar-dasar kegiatan sociopreneurship dalam volunteering untuk mengembangkan masyarakat oleh  Ibu Fiona Ekaristi (dosen Prodi Administrasi Bisnis Unpar). Beliau memberikan materi mengenai dasar-dasar kegiatan sociopreneurship dalam volunteering untuk mengembangkan masyarakat rural.

Fiona yang berpengalaman dalam kegiatan sociopreneurship berbagi cerita dalam mengembangkan sebuah desa melalui produksi kesenian wayang kulit yang menjadi usaha sampingan para penduduk ketika musim tanam padi telah lewat. “Sociopreneurship sedang banyak digemari terutama di negara-negara barat dan memiliki banyak nilai lebih daripada sekedar membantu,” ungkap Fiona. Dalam sesi tersebut, dijelaskan juga pendekatan teoretikal serta beberapa kerangka berpikir untuk melaksanakan kegiatan sosial. Shuresh, seorang peserta dari Universiti Malaya, Malaysia mengungkapkan, “Saya sangat tertarik dengan program ini, meskipun saya mempelajari teknik kimia tetapi saya juga sangat ingin ambil bagian di kegiatan-kegiatan sosial dimana saya dapat mengaplikasikan pengetahuan teknik kimia saya.” Menurutnya, kegiatan seperti ini sangatlah menarik untuk menjadi alternatif bagi mahasiswa dalam mengisi kegiatan non-kurikuler.

Live-in: Kampung adat Cirendeu

Dalam rangkaian INVENT 2018, para peserta mengikuti live-in di Kampung Adat Cirendeu Kota Cimahi selama tiga hari dua malam. Elivas Simatupang (dosen FISIP Unpar yang juga bekerja untuk Litbang Bappeda Kota Cimahi) memberikan bekal  pengetahuan sosiologi dan antropologi, kearifan dan kebudayaan lokal (tips of dos and dont’s) bagi para peserta untuk bersiap menuju Cimahi. Seluruh peserta menginap di 12 rumah warga (homestay). Para mahasiswa dan peneliti juga dibekali dengan sedikit pengetahuan dasar tentang istilah-istilah bahasa Sunda untuk berinteraksi dengan warga lokal.

Selama live-in, partisipan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dengan tugas yang berbeda-beda. Beberapa peserta mendalami kesenian dan budaya lokal, sebagaian lainnya meneliti tentang kondisi pertanian dan lingkungan hidup, ada pula yang memfokuskan diri untuk mengkaji dan mengumpulkan data tentang kegiatan ekonomi (pariwisata dan industri homestay) yang dapat menunjang hidup masyarakat sekitar.

Dalam sabutan penerimaan sekalian pelepasan tamu kerjasama internasional dalam bidang penelitian dan pengembangan pada tanggal 9 Juli 2018 Walikota Cimahi yaitu Bpk. Ajay M. Priatna menyampaikan salam hangat dan rasa berterimakasih karena Kota Cimahi telah diberi kepercayaan untuk dikunjungi dan menjadi lokus penelitian bagi para peneliti dan mahasiswa dari dalam dan luar negeri. Beliau  berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilaksanakan dan mampu memberikan rekomendasi yang dapat diimplementasikan, serta mampu membantu promosi kota dan yang tidak kalah penting adalah memberikan dampak langsung berupa bergeraknya perekonomian lokal masyarakat sebagi akibat dari kunjungan ke pusat-pusat aktifitas ekonomi di Kota Cimahi.

Selama program ini berjalan seluruh kegiatan di tuliskan dalam blog/vblog (https://inventindonesia.wordpress.com/), youtube, twitter, instagram, pintagram dan website masing-masing universitas. Pada bagian akhir kunjungan para peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil temuan dihadapan para Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemerintah Kota Cimahi.

Terdapat 4 rekomendasi hasil penelitian yaitu dalam bidang:

1) Penyususnan model bisnis pengembangan Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi
2) Penguatan identitas produk melalui penerapan konsep place branding (collective trademarks) dan story telling
3) Pengembangan pariwisata berbasis kesenian, budaya, dan olahraga
4) Pengembangan pariwisata berbasis komunitas melalui homestay.

Diharapkan pada akhir tahun 2018 ini Pemerintah Kota Cimahi akan dapat mengimplementasikan masukan-masukan yang telah diberikan dan terlahir prototype produk unggulan baru berbasis potensi lokal di Kota Cimahi.

Hingga akhir tahun 2018 melalui kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri, kedutaan besar, lembaga internasional lainnya seperti Uni Eropa dan Asia Pasific Value-chain Capacity Building Network (VCBN) maka kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilakukan hingga 3 kali lagi dengan target penelitian di lokasi-lokasi sentra lainnya di Kota Cimahi.

@Elivas Simatupang 2018

Sumber: http://www.cimahikota.go.id/artikel/detail/213

INVENT 2018 (International Volunteering for Better Inclusivity): Peace and Justice. https://inventindonesia.wordpress.com/. Diakses tanggal 24 Juli 2018

UNPAR (2018). INVENT 2018: Anak Muda Turun Tangan. http://unpar.ac.id/invent-2018-anak-muda-turun-tangan/. Diakses tanggal 24 Juli 2018

UNPAR (2018). INVENT (International Volunteering for Better Inclusivity) 2018. http://io.unpar.ac.id/invent-2018/. Diakses tanggal 24 Juli 2018