Home / Berita Terkini / Kerja sama Sinergis Wujudkan Internasionalisasi Unpar

Kerja sama Sinergis Wujudkan Internasionalisasi Unpar

Ketika banyak universitas memimpikan menjadi world-class university, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sudah mendapat karakter internasional sejak mula pendiriannya, tahun 1955. Hal ini terutama karena dua pendiri utama Unpar adalah Uskup Bandung, Mgr. PM. Arntz, OSC dan Uskup Bogor, Mgr. Prof. Dr. NJC. Geise, OFM.

Lingkungan internasional juga terus dipelihara di Unpar melalui jaringan kerja sama dan berperan aktif dengan berbagai mitra di luar negeri, misalnya International Network of Universities (INU), The Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA), dan Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU). Selain itu, jaringan internasional dibina atas inisiatif dan tindak lanjut kerja sama kelompok dosen, misalnya Global Entrepreneurship Monitor (GEM) berupa international collaboration dan kerja sama dengan banyak universitas seperti TU Dortmund di Jerman; Maastricht School of Management di Belanda; Hiroshima University di Jepang; Flinders University, dan The University of Notre Dame di Australia. Proses pembelajaran di Unpar juga semakin mengikutsertakan dosen-peneliti dari perguruan tinggi ternama dari luar negeri, misalnya sebagai dosen tamu (visiting professor) dan untuk penelitian bersama (research fellow). Para dosen Unpar juga makin berperan di kancah internasional, misalnya Prof. Dr. Paulus P. Rahardjo, pakar geoteknik di Prodi Teknik Sipil yang menjadi invited speaker di forum internasional. Kualitas internasional juga ditunjukkan dengan berbagai publikasi karya ilmiah dosen di berbagai jurnal ilmiah internasional.

Langkah internasionalisasi Unpar menjadi semakin mantap dengan pendirian Kantor Internasional dan Kerja sama (KIK) pada tahun 2011. KIK merupakan terminal yang memfasilitasi lalu lintas kerjasama antara komunitas akademik Universitas Katolik Parahyangan dengan industri, pemerintah, dan institusi pendidikan lain (kolaborasi triple helix). Secara lebih khusus, KIK mendorong dan memfasilitasi proses internasionalisasi Universitas Katolik Parahyangan, baik dengan pengembangan program dan kerja sama internasional maupun kegiatan student exchange dan staff mobility. KIK bertanggung jawab dalam pengelolaan administrasi dan beragam kegiatan seperti adaptasi dan pengenalan budaya, untuk international students yang terus bertambah di Universitas Katolik Parahyangan.

Dalam hal kemahasiswaan, Unpar mempunyai mahasiswa dari berbagai latar belakang, baik asal daerah, bahasa, agama dan keyakinan, kebiasaan dan adat istiadat, suku bangsa, dan bahkan perbedaan bangsa. Jumlah mahasiswa asing terus bertambah setiap tahunnya. Mahasiswa tersebut belajar di Unpar dapat berstatus sebagai berikut.

  1. Mahasiswa reguler, yang berarti mengikuti program akademik sarjana atau pascasarjana yang ditawarkan oleh Universitas Katolik Parahyangan;
  2. Mahasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), yang didukung oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan memberi beasiswa kepada mahasiswa asing untuk studi di perguruan tinggi di Indonesia, termasuk di Unpar;
  3. Student exchange program dengan masa studi selama 1 – 2 semester di Unpar, berasal dari baik perguruan tinggi yang menjadi mitra kerja sama seperti dalam jaringan ACUCA dan INU maupun The Australia Consortium for ‘in-Country’ Indonesia Studies (ACICIS).
  4. Student exchange dengan masa tinggal pendek selama 1 – 4 minggu di Universitas Katolik Parahyangan, berasal dari perguruan tinggi mitra seperti The University of Notre Dame Australia mengikuti Intensive Course and Community Engagement Program yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan.

Pada saat ini, Universitas Katolik Parahyangan juga memiliki dua joint master degree programs yakni (1) Joint Master Degree Program in Water Resources Engineering, kerja sama dengan Hohai University, Tiongkok dan (2) Joint Master Degree Program in Business Administration, kerja sama dengan Jiangsu University, Tiongkok. Melalui program ini , mahasiswa dapat belajar di Unpar dan universitas mitra untuk mendapatkan ijazah dari kedua universitas.

Catatan yang dapat digarisbawahi dari berbagai capaian atas upaya menginternasionalisasikan Unpar bahwa hal tersebut merupakan hasil dari kerja sama sinergis. Selain itu, capaian tersebut didapat melalui keselarasan tujuan berbagai institusi pendidikan untuk menjalin kerja sama internasional yang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menghormati dengan cara mempromosikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai kemanusiaan yang memberi manfaat bagi kehidupan manusia, seperti diamanatkan dalam Pasal 50 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Hal ini senapas pula dengan prinsip kehidupan akademik Unpar yang berlandaskan nilai “humanum”.

Kerja sama sinergis memungkinkan Unpar untuk menyesuaikan tujuan, proses, dan kapasitas organisasi yang mendukung penyelenggaraan pendidikan berskala internasional serta menghasilkan lulusan yang kapabel dan berdaya saing.

Sumber : Artikel “Kerja sama Sinergis Wujudkan Internasionalisasi Unpar” pada surat kabar KOMPAS – GRIYA ILMU Edisi 1 Desember 2015.