Home / Berita Terkini / Kenali Lebih Dekat HMPSIH, Wadah Pengembangan Mahasiswa Hukum

Kenali Lebih Dekat HMPSIH, Wadah Pengembangan Mahasiswa Hukum

Selain menjadi ruang akademik, kampus juga menjadi ruang bagi mahasiswa berekspresi dan berorganisasi. Hal ini mendorong dibentuknya unit-unit kemahasiswaan, salah satunya dalam wujud himpunan yang menaungi mahasiswa-mahasiswi yang berada dalam suatu program studi. Berbagai program kerja yang diinisiasi oleh himpunan ditujukan untuk mendukung pengembangan diri para mahasiswa.

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPSIH) merupakan wadah organisasi kemahasiswaan yang ada di Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar). Sebagai wadah aktivitas mahasiswa, HMPSIH memiliki visi, misi, dan program kerja tersendiri untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa. Tim Publikasi Unpar mewawancarai Gracaelimond Cahyono, atau lebih akrab disapa El, selaku Ketua HMPSIH periode 2019 untuk mengenal lebih dekat organisasi mahasiswa hukum Unpar ini.

Ruang Aspirasi

Bagi El, salah satu tujuan utama berdirinya sebuah himpunan mahasiswa adalah sebagai penghubung antara mahasiswa dengan fakultas. Oleh karenanya, himpunan perlu berperan sebagai ruang penyampaian aspirasi mahasiswa. “Himpunan harus menampung, kemudian mengkaji dan menindaklanjuti aspirasi dan fenomena yang ada di dalam maupun di luar kampus,” ujarnya. 

Hal ini kemudian ditindaklanjuti dalam salah satu program kerja HMPSIH yang bertajuk Quo Vadis Law Fair. Terkait program ini, El menjelaskan bahwa, “Kita sebagai himpunan menyediakan wadah untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa tersebut.” Aspirasi ini datang dalam beragam bentuk, semisal keinginan mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui program magang.

Tidak hanya Quo Vadis Law Fair, HMPSIH sendiri akan menyelenggarakan berbagai program kerja selama enam bulan ke depan. Program kerja ini meliputi berbagai bidang pengembangan, seperti akademik, olahraga, dan pengabdian masyarakat. Beberapa program tersebut antara lain adalah Dekan Cup, Fakultas Hukum Mengajar, Legal Essay Competition dan sebagainya. Seluruh rangkaian kerja HMPSIH akan dirangkum dalam Lentera Hukum sebagai dokumen akhir periode. 

Khusus bagi Fakultas Hukum Mengajar, program pengabdian masyarakat ini mengajak mahasiswa hukum untuk mengamalkan ilmunya sesuai sesanti Unpar Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti. Mahasiswa akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam aktivitas yang ditujukan bagi siswa-siswi SMP di Kota Bandung. Tahun ini, kata El, HMPSIH akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penyelenggaraan program. “Kegiatan ini bertemakan narkoba, bullying dan bahaya merokok,” ungkapnya.

Lembaga Independen

Selain HMPSIH, El juga menjelaskan mengenai berbagai lembaga independen hukum di luar HMPSIH yang berada di FH Unpar. “Mereka merupakan lembaga independen, berarti mereka dinaungi oleh fakultas,” jelasnya. Lembaga-lembaga ini menjadi alternatif bagi mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan bidang-bidang yang mereka minati, khususnya terkait bidang akademik.

Terdapat enam lembaga independen yang dinaungi secara khusus dalam FH Unpar. Mereka adalah Parahyangan Legal Debate Community, Forward 198, Komunitas Mahasiswa Peradilan Semu Nasional (KMPSN), Parahyangan International Law-Debating Society (PILS), Court Monitoring KPK Unpar, serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pengayoman.

Gracael menutup wawancara dengan harapan agar kedepan, HMPSIH mampu membawa semangat mahasiswa hukum untuk menampung dan menyalurkan aspirasi. “Semoga bisa menjadi penyambung lidah antara pihak fakultas dan mahasiswa,” tukasnya. (DAN)