Home / Berita Terkini / Kehidupan Sosial, Kunci Atasi Masa Sulit

Kehidupan Sosial, Kunci Atasi Masa Sulit

Alumni Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) angkatan 1992 menyelenggarakan Webinar bertajuk “The Advantage of Social Life” pada Sabtu (13/6/2020). Webinar ini merupakan yang kedua dalam rangkaian “Unpar Talk Series” persembahan Alumni HI Unpar 1992. Kegiatan diikuti oleh alumni dan komunitas akademik HI Unpar, serta dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D.

Topik yang diangkat menyoroti pentingnya kehidupan sosial dan kolaborasi antar manusia dalam mengatasi masa-masa sulit seperti yang tengah terjadi saat ini. Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Meski begitu, banyak individu, organisasi, maupun institusi yang mampu bergerak mendukung sesama yang membutuhkan mengatasi dampak penyebaran Covid-19 ini.

Webinar menghadirkan tiga orang narasumber alumni HI Unpar 92 dengan beragam latar belakang, yaitu pemerintahan, bidang seni, dan pendidikan. Paparan ketiganya memberikan wawasan baru mengenai penanganan dampak penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia, serta perspektif yang menarik berkaitan dengan kerjasama sosial kemanusiaan di dalamnya.

Paparan pertama disampaikan oleh Atalia P. Kamil yang merupakan Ketua Penggerak Tim PKK Jawa Barat. Melalui paparannya, ia menjelaskan bagaimana peran penting pemerintah dan masyarakat berkolaborasi dalam mengurangi dampak sosial dan ekonomi pandemi. Salah satunya melalui organisasi serupa Pemberdayaan Kesejahteraan Kemasyarakatan (PKK) yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Resika Tikolau, pegiat seni yang kini bermukim di Australia, melanjutkan webinar melalui pemaparan tentang langkah-langkah komunitas seni bergerak menghadapi Covid-19. Ia menyoroti perbedaan yang signifikan tentang bagaimana Australia dan Indonesia membantu para pegiat seni di tengah masa sulit ini. Kolaborasi antar seniman dalam mendukung sesama di dalam komunitas seni khususnya di Indonesia menjadi bukti penting peran positif kehidupan sosial menghadapi masa sulit.

Terakhir, Elisabeth ‘Nophie’ Dewi, Ph.D. membagikan wawasan akan pentingnya kolaborasi sosial hingga ke unit terkecil masyarakat yaitu keluarga. Dosen HI Unpar ini menjelaskan bahwa baik laki-laki maupun perempuan harus bekerja sama dan menghilangkan stigma gender dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Apalagi, situasi saat ini memberikan ruang bagi keluarga untuk kembali menjalin hubungan para anggotanya dan saling menguatkan satu sama lain.

Ketiga pandangan tersebut dirangkum dengan baik oleh Senior Assignment Editor CNN Indonesia Biro Jawa Barat Vitry Novianty. DIskusi yang mengikuti paparan-paparan tersebut memperkuat peran kehidupan dan kolaborasi sosial dalam mengatasi Pandemi Covid-19 saat ini.

Adapun Unpar Talk Series persembahan Alumni HI Unpar 1992 akan diselenggarakan dua kali hingga akhir Juni 2020. Selain dapat mengikuti secara daring melalui aplikasi konferensi Zoom, masyarakat juga dapat menyaksikan paparan dan diskusi yang menarik melalui live streaming YouTube Unpar Official. (DAN – Divisi Publikasi)