Home / Berita Terkini / Kata Romo Harimanto Tentang SIAP Daring 2020

Kata Romo Harimanto Tentang SIAP Daring 2020

Masa Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) menjadi awal perjalanan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Dalam rangkaian SIAP, para mahasiswa baru mempersiapkan diri untuk bergabung dalam Komunitas Akademik Unpar dengan seluruh nilai-nilai, kebiasaan, serta lingkungan yang sama sekali baru.

Karenanya, SIAP jadi penting bagi generasi Unpar baru agar mampu berkembang sebaik mungkin dalam pendidikan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unpar, Romo C. Harimanto Suryanugraha OSC. dalam wawancara singkat dengan Publikasi Unpar. Apalagi, di tengah masa pandemi, SIAP Unpar tidak hanya beradaptasi sesuai kondisi yang ada tetapi juga perlu mendorong adaptasi para mahasiswa baru menghadapi perubahan zaman.

Romo Harimanto menyoroti pentingnya pemaknaan akan dua hal dasar yang terkandung dalam SIAP. Pertama adalah inisiasi yang mengawali masuknya individu dalam suatu komunitas. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar orang tersebut dapat, “hidup dalam komunitas itu; bersatu, dididik dan berkembang di sana.” Dari inisiasi ini muncul kebutuhan beradaptasi dari diri sendiri, menyesuaikan kebiasaan lama baik yang perlu dihilangkan maupun dikembangkan dengan kebiasaan baru dalam komunitas tersebut.

“Unpar menggunakan istilah itu sebagai sesuatu yang berkesinambungan,” lanjut Romo Hari. SIAP, jelasnya, mendorong mahasiswa baru untuk memulai dinamika bersama anggota komunitas lain dalam lingkungan Unpar. Hal ini penting bagi mereka untuk berkembang dan bertumbuh bersama.

Di Tengah Masa Sulit

Masa pandemi memberi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan SIAP 2020. Persiapan SIAP perlu menyesuaikan dengan kondisi yang ada untuk menjamin keselamatan seluruh komunitas Unpar termasuk para mahasiswa baru. Karenanya, Romo Hari menjelaskan bahwa SIAP tahun ini tidak hanya menjadi proses adaptasi di lingkungan baru, namun juga adaptasi bagi perkembangan dunia dan teknologi digital.

“SIAP tahun ini memang istimewa,” ujar Romo Hari. Dunia digital yang akan mempengaruhi cara orang hidup dan berpandangan telah dimulai sebagai bagian dari respon akan disrupsi oleh pandemi. Adaptasi akan proses digital khususnya dalam pembelajaran di Unpar telah diawali dengan SIAP secara digital dalam jaringan. Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa, “SIAP tahun ini memberikan corak yang khas.” 

Tentu saja langkah ini bukan cara yang ideal menyambut mahasiswa baru. Namun, Romo Harimanto beserta seluruh panita penyelenggara berharap agar hal ini tidak menjadi halangan bagi mahasiswa baru untuk mengenal dan memahami komunitas barunya ini. “Semua ini pasti ada manfaat dan nilainya,” jelasnya.

Nilai Penting

SIAP perlu dimaknai sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru untuk berproses di Unpar. “Pada awal proses ini, kita harapkan mahasiswa baru kenal dulu, tahu dulu, supaya nanti bisa menghayati,” ungkap Romo Hari. Hal ini juga melihat pada pentingya pengenalan nilai-nilai baru seperti humanum, transformatif, nirlaba, subsidiaritas dan lainnya yang disajikan sebagai pengetahuan pertama serta perlu didalami. 

Tujuannya tentu untuk mencapai insan Unpar yang diharapkan melalui proses pembelajaran dan pengembangan diri, yaitu, “Manusia Unpar menjadi manusia yang seimbang, menjadi manusia seutuhnya.” Manusia Unpar harus dapat menempatkan diri dalam masyarakat, menyesuaikan pada kedudukan dan tindakannya. Singkatnya, bagaimana insan Unpar harus hidup dalam masyarakat.

Meski disajikan dalam format yang baru, SIAP Unpar tetap menjadi penting bagi siapapun juga yang bergabung dalam Komunitas Universitas Katolik Parahyangan. “Ini menjadi aspek mendasar bagi seseorang yang digabungkan dalam lingkungan Unpar,” kata Romo Hari. “Itulah pentingnya SIAP Unpar.” (DAN – Divisi Publikasi)