Kata Mereka Tentang Bisnis Digital

Digital Business adalah hal yang sangat menarik untuk dipelajari, khususnya di tengah arus digitaliasi bisnis dan industri saat ini. Melalui Program Peminatan Bisnis Digital di Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran bisnis digital yang komprehensif.

Mahasiswa dan alumni Administrasi Bisnis menanggapi positif keberadaan pembelajaran bisnis digital di program studinya. Melalui program ini, mereka dapat mempersiapkan diri menghadapi perkembangan pesat dunia bisnis dengan memanfaatkan teknologi dan ilmu terkini.

Relevan

Bagi Angelica Grace, program peminatan Digital Business dari program studi Ilmu Administrasi Bisnis ini sangat menarik dan relevan di era revolusi industri 4.0 yang perkembangannya bersinggungan erat dengan teknologi. “Di program ini,” ungkapnya, “saya mendapatkan banyak sekali wawasan yang diperlukan untuk dapat tetap keep-up dengan perkembangan dunia bisnis saat ini.” 

Wawasan yang ia dapatkan terdiri dari pemasaran digital, membangun sistem berbasis digital, big data analysis, hingga membahas studi kasus dalam bisnis digital. Dengan mengikuti program ini, lanjut mahasiswa Administrasi Bisnis angkatan 2017 ini, “Saya jadi lebih memahami bagaimana membangun bisnis yang unggul di era industri 4.0 dan bagaimana dapat menjadi pelaku bisnis yang excellent seiring dengan dinamisnya transformasi digital.”

Kekinian

“Bisnis Digital merupakan metode pembelajaran bisnis ‘kekinian’ dan menyenangkan,” ujar Michelle Janice. Ia mengaku bisa mengenal lebih jauh penciptaan “value kreatif” yang cenderung unik dan juga sangat berkaitan dengan era sekarang yang serba digital. Misalnya, dengan  menciptakan ruang ide pemasaran dengan platform teknologi kekinian. “Metode pembelajaran dari setiap mata kuliahnya juga cenderung unik dan berbeda,” katanya menambahkan, “dengan menggunakan studi kasus, sharing best practice kolaborasi dengan mitra perusahaan ataupun questioning berbau HOTS ( High Order Thinking Skill ).”

Tidak hanya itu, Michelle juga mengatakan bahwa mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk magang ataupun mengikuti kompetisi di perusahaan lain yang berbasis digital. Contohnya, mengikuti kompetisi B2B Sales yang merupakan suatu kompetisi dalam ranah pemasaran digital. “(Ini) menghasilkan pengalaman tersendiri bagiku,” jelasnya. 

Disamping pengetahuan baru dan pengalaman yang didapatkan seputar bisnis digital yang dapat bermanfaat bagi karir di masa depan, mahasiswa Administrasi Bisnis angkatan 2018 ini juga dapat belajar membangun networking dan mengasah soft skill. “Setelah mempelajari seputar bisnis digital, aku merasa mengubah pandanganku menjadi lebih terbuka terhadap pandanganku lebih dalam pada dunia bisnis yang sesungguhnya,” katanya. “Kehidupan bisnis saat ini tidak pernah terlepas dari inovasi yang harus selalu mengedepankan teknologi.”

Sangat Diperlukan

Sejalan dengan pandangan para mahasiswa, Michael Sandy Lim yang merupakan alumni administrasi bisnis angkatan 2016 menyampaikan bahwa ilmu bisnis digital di era ini sangatlah diperlukan, terlebih setelah adanya pandemik. Lebih jauh ia menjelaskan, “Banyak sektor-sektor usaha khususnya retail dan FnB (food and beverages – Red) perlahan sudah mulai beralih dari bisnis konvensional.” Secara perlahan sektor tersebut mengaplikasikan bisnis digital pada usahanya. 

“Menurut saya, sebuah bisnis dapat dikatakan berbasis digital bukan hanya karena bisnis tersebut harus menggunakan sistem digital seperti e-commerce,” katanya. Ia mengatakan bahwa bisnis dapat dikatakan berbasis digital apabila pemasaran melalui e-marketing, dengan memanfaatkan media online seperti instagram, facebook, dan sebagainya.

Pada era pandemik ini kebutuhan digital bisnis meningkat karena adanya keterbatasan berdasarkan peraturan-peraturan kesehatan. Misalnya seperti jaga jarak dan tidak boleh bersentuhan satu sama lain. “Hal-hal seperti ini membuat orang lain harus merubah cara pandang mereka agar dapat tetap menjalankan bisnisnya,” jelas Michael. 

Kesempatan ini diambil baik oleh Unpar dengan menghadirkan modul pembelajaran mengenai bisnis digital. Ia meneruskan, “Kita akan diajarkan untuk menerapkan aspek-aspek digital pada bisnis yang ada pada masyarakat sekarang ini.” Pembelajaran ini mulai dari cara mahasiswa mengenal bisnis, memahami kebutuhan, langkah-langkah penerapan aspek-aspek digital, serta cara mengevaluasi sebuah tahapan kinerja bisnis digital yang diterapkan.  (DAN – Divisi Publikasi)