Home / Berita Terkini / Kampoeng Parahyangan XI: Budi Daya Budaya Lewat Acara Seni
kampoeng parahyangan

Kampoeng Parahyangan XI: Budi Daya Budaya Lewat Acara Seni

Malam di Jalan Arjuna terasa cukup dingin akibat angin yang giat berhembus kuat. Namun hawa dingin dan angin rupanya tak cukup melemahkan niat para hadirin untuk datang ke Kampoeng Parahyangan ke-11 karya Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan Universitas Katolik Parahyangan (HMPSEP Unpar), pada Sabtu (5/5). Tidak hanya Unparian, Kampoeng Parahyangan juga menarik perhatian para warga sekitar. “Seru aja, saya tahu ini dari omongan warga. Ya sekalian ngajak anak-anak main,” ungkap Citra, salah satu pedagang pasar di seberang Alun-Alun Cicendo tempat acara berlangsung.

Kampoeng Parahyangan menampilkan beberapa tarian, lagu, dan penampilan-penampilan lain yang menonjolkan kreativitas. Juga, suguhan nilai dan corak budaya Indonesia. Contohnya, persembahan tari tradisional dari wilayah Bali oleh Maha Gotra Ganesha ITB serta pertunjukkan Kabaret dengan balutan komedi oleh Ikatan Mahasiswa Fak-Fak (IKMAFAK) Bandung. Selain penampilan di panggung, pengenalan budaya juga diberikan lewat sejumlah stand  yang menjual beberapa barang tradisional. Dua yang menonjol adalah stand budaya Bali dan Papua dari wilayah Fak-Fak.

Berbicara tentang IKMAFAK, ketika diwawancara oleh Tim Publikasi, Kaleb Komber salah satu perwakilan IKMAFAK yang merupakan senior di organisasi tersebut, banyak bercerita tentang IKMAFAK. “Jadi kami (mahasiswa asal Fak-Fak) sudah banyak yang kuliah ke Bandung sejak 80an. Nah, ada kerinduan dari kami untuk silaturahmi dan saling bantu baik di kampus atau di tempat kerja,” ungkapnya. Ia juga mengenalkan beberapa barang etnik yang dimiliki budaya Papua wilayah Fak-Fak. “Omong-omong, Anda tahu kah jalan Tomang di Jakata sana? Iya, itu asalnya dari barang ini. Dulu, barang seperti ini sering dipakai di dapur orang Belanda,” katanya sambil menunjukkan sebuah tas tenun tradisional khas Fak-Fak.

Kampoeng Parahyangan juga menjadi suatu momen signifikan bagi para mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan karena band mahasiswa mereka, EP Project akan melepas beberapa anggota yang segera menempuh tugas akhir (skripsi). “Ini penampilan terakhir anak-anak 2013!,” ucap salah satu anggota yang disambut sorakan dan tepuk tangan hadirin. EP Project tampil membawakan lagu “Yamko Rambe Yamko” yang diaransemen khusus serta dilanjut beberapa lagu populer.

Malam itu, band indiepop National Perks juga tampil dengan suara khas lewat lagu ciptaan mereka serta lagu band lain. National Perks menarik banyak hadirin dengan paduan visualisasi serta melodi dan instrumen yang unik dan tentunya menarik.