Home / Berita Terkini / Kampanye Cinta Kampus

Kampanye Cinta Kampus

Pada tanggal 17 Februari 2011 telah diselenggarakan acara Kampanye Cinta Kampus oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa UNPAR di Wind Tunnel Gedung 0 UNPAR. Acara diisi dengan diskusi tentang “Bagaimana visi dan peletakan dasar pemikiran UNPAR, serta cita-cita para founding fathers dalam perkembangan UNPAR” juga tentang “Sesanti Almamater dan mahasiswa UNPAR antara tarikan teknologi dan globalisasi dengan nilai Sesanti Almamater, serta keberagaman kehidupan bermahasiswa di UNPAR”.

Para pembicara dan narasumber dalam diskusi tersebut adalah: Dr. Koesdarminta, Rm. F. Sebastian Heatubun,Pr,, Drs., SLL., Pius Sugeng Prasetyo, Ph.D., Prof. Dr. Arief Sidharta, SH., Rm. Hermanus Sudarman, Pr., dan Subhanudin Alwy, dengan dimoderatori oleh Andreas Doweng Bolo, S.S., M.Hum.

Selain diskusi, pada kesempatan tersebut diresmikan pula Monumen Deklarasi Cinta Kampus, yang diletakan di lobby gedung 0 UNPAR. Di monumen tersebut terdapat gambar dari dua orang pendiri UNPAR yaitu Mgr. N. J. C. Geise, OFM dan Mgr. P. M. Arntz, OSC serta memuat kutipan tulisan dari Mgr. N. J. C. Geise, OFM: “Semoga para pemimpin dan kita sekalian jangan sampai mabuk perkembangan. Para pendiri dari semula tahu bahwa kemampuan mengelola UNPAR bersifat terbatas. Kami secara pribadi yakin bahwa universitas swasta Katolik ini tidak usah mampu bersaing dengan universitas swasta lain yang memiliki ciri komersial demi pembiayaan perkembangan raksasa. Biarlah UNPAR tergolong ke dalam universitas kecil. Yang penting, penilaian positif dari masyarakat karena: 1) bebas dari segala rupa diskriminasi; 2) karena bermutu begitu baik hingga predikat “disamakan” tetap dipertahankan; 3) karena merupakan kampus yang tenang dan aman bagi kaum muda untuk menyelesaikan studinya dalam batas waktu yang resmi. Tambahan lagi bahwa UNPAR sebagai universitas Katolik tidak dapat mengabaikan seruan yang berdengung di kalangan umat Katolik di seluruh dunia: “option for the poor”.