Home / Berita Terkini / Interactive Digital Learning Environment

Interactive Digital Learning Environment

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia. Dunia kini dibanjiri begitu banyak informasi dan penambahan informasi terjadi dari waktu ke waktu dengan sangat cepat. Situasi ini telah melahirkan generasi muda yang diwarnai penguasaan kecanggihan TIK dan kemampuan yang baik dalam memilih-memilah informasi.

Pakar pendidikan dari Universitas Minnesota John Moravec mengatakan, dunia pendidikan kita tengah berada dalam paradigma Education 3.0 yaitu proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh keterbukaan informasi yang dipadukan dengan kecanggihan TIK. Proses pembelajaran yang berlangsung multi-arah, yang memanfaatkan berbagai sumber belajar, yang dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta yang berpusat pada mahasiswa merupakan ciri dari Education 3.0.

Keterbukaan informasi dan kemajuan TIK pun telah memicu terjadinya gelombang Massive Open Online Courses (MOOCs). Universitas-universitas ternama di berbagai belahan dunia berlomba-lomba menawarkan kuliah online yang terbuka dan masif. MOOCs bersifat terbuka karena perkuliahan dapat diakses oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun melalui internet. Bersifat masif karena dapat menampung peserta dalam jumlah besar secara simultan untuk satu mata kuliah. MOOCs memberikan harapan bahwa pendidikan bermutu dapat diakses secara mudah dan murah oleh semua orang.

Universitas Katolik Parahyangan menjawab tantangan dan peluang tersebut, dengan mengembangkan IDE-UNPAR (dapat dibaca sebagai gagasan/ide dari UNPAR). IDE-UNPAR sesuai dengan namanya yaitu Interactive Digital Learning Environment, adalah learning management system/LMS berbasis TIK untuk membantu terjadinya proses pembelajaran interaktif yang berpusat pada mahasiswa, baik di dalam maupun luar kelas.

Setiap mata kuliah yang diselenggarakan di kelas tatap muka, secara otomatis disediakan oleh IDE-UNPAR berupa kelas virtual lengkap dengan peserta yang dapat mengaksesnya. IDE-UNPAR membantu dosen untuk merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi proses pembelajaran. Mahasiswa secara transparan dapat mengetahui tujuan pembelajaran dan proses pembelajaran yang harus dilaksanakan satu semester penuh. Mahasiswa dapat mengakses sumber belajar atau informasi mengenai sumber belajar yang disiapkan oleh dosen, mahasiswa dapat berinteraksi dengan sesama mahasiswa dan dosen melalui fasilitas chatting/forum diskusi, mahasiswa dapat mengumpulkan tugas dalam format digital (teks/gambar/video). Aktivitas mahasiswa dalam IDE-UNPAR dapat dipantau oleh dosennya karena tercatat/terdokumentasi secara otomatis. Demikian pula untuk proses evaluasi, IDE-UNPAR menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan tersebut.

Proses pembelajaran efektif yang didukung oleh keberadaan IDE-UNPAR menuntut kesiapan para dosen UNPAR dalam penguasaan TIK. Secara sistematis dan berkesinambungan melalui Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP), para dosen UNPAR dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan mengenai metodologi pembelajaran dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. IDE-UNPAR dapat diakses melalui http://ide.unpar.ac.id.

Keberadaan IDE-UNPAR ini pun sangat mendukung rintisan untuk menyelenggarakan MOOCs oleh UNPAR. Hingga pada saatnya nanti UNPAR tidak hanya tempat belajar bagi mahasiswanya yang berada di kampus, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi masyarakat luas. UNPAR dapat menyapa masyarakat di berbagai pelosok Nusantara dan belahan dunia untuk membaktikan ilmu bagi peningkatan martabat manusia, sesuai dengan sesanti UNPAR: “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti”, berdasarkan ketuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat. [A. Sukmana/Pusat Inovasi Pembelajaran]

Sumber: KOMPAS – Griya Ilmu, Selasa, 25 Agustus 2015