Home / Berita Terkini / IDE Unpar Dalam Kacamata Pendidik

IDE Unpar Dalam Kacamata Pendidik

Dalam upaya menanggulangi COVID-19 dan menjamin keselamatan komunitas akademiknya, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengalihkan kegiatan akademiknya melalui metode daring atau online. Pengalihan ini didukung dengan penggunaan IDE Unpar sebagai media pemelajaran daring yang dikelola universitas. Dengan metode ini, pendidik dan mahasiswa tetap dapat berinteraksi dalam proses perkuliahan, meskipun dilakukan dari kediaman masing-masing.

Secara berangsur, fakultas-fakultas yang ada di Unpar meningkatkan pemanfaatan IDE Unpar dalam proses kuliah. Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unpar memiliki persentase tinggi bagi dosen yang rajin menggunakan IDE Unpar. Clara Theresia, S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Industri FTI UNPAR, membagikan pengalamannya dalam menggunakan IDE Unpar.

Keunggulan IDE Unpar

Interactive Digital learning Environment (IDE) merupakan platform atau media pembelajaran online yang ada di Universitas Katolik Parahyangan serta menjadi salah satu sarana penghubung antara mahasiswa dan dosen. IDE sangat membantu dosen dalam memberikan informasi mengenai perkuliahan secara digital misalnya saja materi perkuliahan, informasi mengenai buku yang digunakan dan lainnya. IDE dapat membantu mahasiswa untuk belajar secara mandiri sebelum perkuliahan dimulai dan mahasiswa dapat mengulang kembali materi yang sudah diajarkan oleh dosen dengan mengakses IDE. 

Beberapa keunggulan dari penggunaan IDE dalam perkuliahan bila dibandingkan dengan kuliah tatap muka langsung yaitu yang pertama waktu akses materi yang lebih fleksibel. Mahasiswa dapat mengakses materi online yang sudah dibagikan di IDE kapanpun dan dimanapun sejauh mereka memiliki akses internet. Tentunya hal ini sedikit berbeda dari perkuliahan tatap muka, dimana mahasiswa diwajibkan hadir pada hari dan waktu yang sudah ditentukan. 

Keunggulan yang kedua yaitu untuk mahasiswa yang berhalangan hadir masih dapat mengakses materi perkuliahan online yang tersimpan di IDE sehingga mereka tidak akan ketinggalan materi perkuliahan. Keunggulan pemanfaatan fitur IDE dibandingkan kuliah tatap muka langsung lainnya yaitu mahasiswa diajak untuk belajar secara mandiri dan aktif apalagi jika ada materi yang kurang dimengerti, mahasiswa bisa bertanya dengan memanfaatkan fitur forum dan message yang ada di IDE. 

Saya ingin berbagi pengalaman saat memanfaatkan IDE dalam aktivitas perkuliahan yaitu perkuliahan semester Genap 2019/2020 pada matakuliah Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di program studi Teknik Industri Unpar. Saya mencoba menerapkan metode pembelajaran flipped learning class dengan mengkombinasikan pembelajaran online secara mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa sebelum perkuliahan dimulai dengan aktivitas tatap muka dikelas. 

Pembelajaran online ini memanfaatkan sejumlah fitur yang ada di IDE. Materi perkuliahan diberikan berupa materi online dan video online yang dapat diakses di IDE. Mahasiswa diminta untuk mengerjakan tugas sebelum perkuliahan dimulai yaitu mengakses video online yang berisi materi perkuliahan kemudian ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab setelah melihat video pembelajaran tersebut. Dari sejumlah pertanyaan yang diberikan saya dapat mengevaluasi apakah mahasiswa benar sudah mengakses dan sudah mengerti dengan materi yang diberikan. 

Aktivitas kelas memanfaatkan fitur yang ada di IDE misalnya fitur Forum dimana setiap mahasiswa akan bekerja secara berkelompok untuk memecahkan studi kasus mengenai “Fatigue dan Stress pada aktivitas pekerjaan” (Topik perkuliahan K3). Aktivitas diskusi dikelas menjadi lebih hidup karena mahasiswa sudah memiliki pemahaman dasar mengenai topik yang akan dibahas dikelas.

Fitur-fitur

Terdapat beberapa fitur wajib yang biasanya saya gunakan saat mengakses IDE. Fitur wajib yang pertama yaitu share materi online. Semua materi perkuliahan dibagikan ke mahasiswa di IDE sesuai dengan matakuliah yang mereka ambil. Semua informasi dan materi menjadi dua arah dan tidak jaman lagi mahasiswa minta akses materi via email ke dosen karena semua materi perkuliahan sudah dapat diakses di IDE masing-masing. 

Fitur kedua yaitu assignment, untuk fitur ini banyak saya manfaatkan ketika memberikan tugas kepada mahasiswa. Dengan memanfaatkan fitur ini kita dapat menerapkan prinsip paperless atau minimalisasi penggunaan kertas untuk laporan tugas. Semua tugas wajib dikirimkan melalui fitur assignment. Lewat fitur assignment ini pula, Dosen dapat mengatur tanggal atau batas waktu pengiriman tugas atau deadline tugas.

Fitur ketiga yang biasanya digunakan yaitu fitur Quiz. Online quiz ini sangat membantu dosen dalam memberikan soal quiz kepada mahasiswa. Dosen dapat membuat terlebih dahulu question bank atau bank soal. Soal yang diberikan dapat diatur agar random atau acak sehingga mahasiswa menerima soal yang berbeda satu sama lain. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah niat curang untuk bekerja sama antar mahasiswa. 

Tidak hanya soal yang dapat diacak, pilihan jawaban pun dapat di shuffle atau acak sehingga menjamin semua mahasiswa mendapatkan soal yang berbeda. Untuk tipe soal pilihan berganda, hasil nilai quiz dapat langsung diakses dan dibagikan ke mahasiswa di jam setelah quiz selesai. 

Fitur keempat yang sering digunakan yaitu fitur Forum. Forum dapat dibuat di semua materi perkuliahan dan dapat digunakan mahasiswa untuk bertanya mengenai materi perkuliahan yang kurang dimengerti. Fitur forum juga sering saya manfaatkan ketika presentasi kelas berlangsung. Jadi setiap kelompok presentasi wajib mengupload ppt presentasi di forum yang sudah disediakan. 

Nah, muncul pertanyaan kenapa tidak diupload di assignment saja? Hal ini dibuat agar mahasiswa lain juga bisa mengakses presentasi dari kelompok lainnya. Jika di assignment hanya Dosen yang bersangkutan yang bisa mengakses materi presentasi yang dikirimkan. 

Fitur kelima yang tidak kalah pentingnya yaitu fitur Import. Dosen yang diminta untuk mengajar materi kuliah yang sama untuk beberapa kelas sekaligus (team teaching class) dapat memanfaatkan fitur ini. Dosen dapat melakukan import untuk template, materi, assignment dan fitur lainnya yang sudah dibuat di kelas tertentu. Fitur import ini akan sangat membantu menghemat waktu dalam mempersiapkan materi online melalui IDE. 

Meningkatkan Pemanfaatan IDE

Fakultas Teknologi Industri (FTI) secara khusus selalu mengajak dosen untuk meningkatkan pemanfaatan IDE Unpar. Salah satu bukti nyatanya, Fakultas Teknologi Industri menjadi salah satu fakultas yang memiliki persentase pengguna aktif IDE terbanyak diantara fakultas lainnya. Fakultas selalu berupaya untuk mengakomodasi dan mengajak dosen untuk memanfaatkan fitur yang ada di IDE misalnya saja untuk membagikan materi perkuliahan ataupun memanfaatkan fitur assignment serta fitur lainnya. 

Fakultas juga selalu mendukung dan mengakomodir dosen-dosen untuk mengikuti sejumlah pelatihan penggunaan IDE yang dilakukan oleh Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP). Pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi dosen untuk menggunakan fitur yang ada di IDE secara lebih maksimal. 

Dosen sejauh ini sudah berupaya yang terbaik untuk menarik minat mahasiswa dalam menggunakan IDE. Misalnya saja tugas yang diberikan (baik individu maupun kelompok) harus dikumpulkan melalui fitur assignment yang ada di IDE. Materi perkuliahan online juga dibuat se-menarik mungkin untuk menarik minat mahasiswa untuk belajar secara mandiri melalui fitur yang ada di IDE. 

Saat kegiatan tatap muka dikelas pun, aktivitas kelas akan memanfaatkan fitur yang ada di IDE misalnya saja memanfaatkan fitur Forum. Mahasiswa bisa menggunakan fitur tersebut untuk membagikan hasil diskusi kelompok yang sudah dilakukan dan mereka dapat mengakses kembali materi yang sudah didiskusikan sebelumnya. 

Peran IDE dalam Konteks Saat Ini

Dalam konteks sekarang, di tengah mewabahnya virus corona serta adanya Surat Edaran Rektor Universitas Katolik Parahyangan, yang menegaskan bahwa semua perkuliahan tatap muka di semester Genap 2019/2020 akan dialihkan menjadi online learning. IDE memegang kunci utama yang akan mendukung serta memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam mengakses perkuliahan secara online. 

IDE Unpar sangat membantu dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan yang ada. Ditambah lagi dengan peluncuran fitur baru Bigbluebutton yang dapat memfasilitasi dosen untuk melakukan perkuliahan secara live streaming video maupun audio. Perkuliahan online melalui IDE diharapkan dapat berjalan maksimal dengan peran serta dari mahasiswa dan dosen. Besar harapannya perkuliahan online bisa berjalan dengan lancar dan mekanisme belajar jarak jauh dapat dimanfaatkan oleh semua pihak. 

Sejauh ini IDE sudah bisa memberikan manfaat yang berarti bagi dosen dan mahasiswa dalam aktivitas pembelajaran secara online. Harapannya fitur-fitur yang ada di IDE dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh dosen dan mahasiswa. Menurut pendapat saya pribadi, perlu adanya sosialisasi dan modul panduan penggunaan fitur-fitur yang ada di IDE. Selama ini panduan menggunakan IDE hanya diperoleh dari pelatihan yang diberikan LPPK sehingga mungkin dosen yang belum mengikuti pelatihan tersebut akan kebingungan untuk menggunakan fitur yang ada di IDE. Harapan kedepannya panduan modul yang dibuat akan lebih mudah dimengerti dalam menggunakan fitur IDE secara lebih maksimal. Semoga pembelajaran online melalui IDE dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa secara efektif dan efisien. (/DAN – Bagian Publikasi, Sumber: Opini Clara Theresia, S.T., M.T. dari FTI Unpar)