Home / Berita Terkini / IDCamp Persiapkan Generasi Baru Digital Talents di Unpar

IDCamp Persiapkan Generasi Baru Digital Talents di Unpar

Saat ini, insan yang bertalenta baik dalam teknologi informasi sangat diperlukan untuk mendukung inovasi digital khususnya di Indonesia. Sayangnya, saat ini ketersediaan digital talents tersertifikasi di Indonesia masih tidak mencukupi sehingga perusahaan digital di Indonesia memilih untuk merekrut sumber daya manusia dari luar negeri. Padahal peluang dan potensi yang dimiliki oleh digital talents Indonesia sangat besar.

Melalui Program IDCamp sebagai salah satu kegiatan sosialnya, Indosat Ooredoo berkomitmen mencetak generasi baru digital talents lewat beasiswa coding kepada anak muda Indonesia. Diharapkan IDCamp mampu mencetak 10.000 digital talents berkualifikasi tinggi pada tahun 2019.

IDCamp menggelar tiga kelas program yang disajikan secara daring yaitu Android developer, Kotlink Android Developer, Progresive Web Application. Selain tersedia dalam berbagai level keahlian, kelas ini didukung pula oleh forum tempat para peserta berinteraksi manakala mendapat kesulitan dalam belajar.

Roadshow IDCamp

Untuk menyaring talent yang memiliki potensi, Tim IDCamp menggelar roadshow di berbagai kampus termasuk di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Roadshow yang diselenggarakan pada Senin (2/9) ini diisi dengan talkshow yang mengangkat topik dunia digital di Indonesia. 

Talkshow menghadirkan berbagai narasumber yang kompeten di bidang pengembangan teknologi informasi. Para narasumber antara lain Kevin Kurniawan (Chief Operating Officer Dicoding Indonesia), Wisnu Rumono (Kepala BTI Unpar) dan Arief Mustain (Director & Chief innovation and Regulatory Indosat Ooredoo), dengan M. Firdaus Pratama, SVP Head of CSR Indosat Ooredoo sebagai moderator.

Kevin Kurniawan mengungkapkan potensi Indonesia sebagai ‘lumbung padi’ teknologi informasi dengan basis pasar yang besar. Isu yang muncul adalah berapa besar kontribusi produk digital lokal untuk digunakan oleh user Indonesia, yang menurutnya kini hanya sekitar lima persen. Arief Mustain kemudian menegaskan pentingnya sertifikasi bagi digital talent Indonesia agar bisa bersaing secara global. Salah satu cara meningkatkan sertifikasi tersebut, menurut Wisnu, adalah lewat pendidikan seperti program Data Science yang telah dirintis Unpar serta IDCamp Indosat.

Adopsi Teknologi

Rektor Unpar Mangadar Situmorang Ph.D. menyambut baik kehadiran IDCamp yang terbuka bagi mahasiswa Unpar. Ia menegaskan bahwa Unpar, sebagai salah satu universitas swasta pelopor di Indonesia, perlu berkolaborasi untuk terus mengikuti perubahan khususnya yang terjadi dalam generasi muda. “Generasi muda (millennial) sangat dinamis, sangat futuris, dan kadang-kadang susah untuk dikontrol,” ungkapnya.

Jadi menurut Rektor saat ini terdapat dua kondisi yang saling bertolak belakang. “Unpar yang getting older,” katanya, “tetapi pada saat yang sama muncul generasi muda.” Baginya, solusi agar Unpar terus maju hanya satu. “Tidak ada (solusi lain) kecuali mengadopsi kemajuan teknologi,” tegasnya.

Dengan semangat untuk terus belajar dan memperkaya ilmu, peluang yang diberikan lewat kolaborasi Indosat dan Unpar sangat baik bagi mahasiswa. Dengan mempelajari teknologi informasi terbaru generasi muda yang dibina Unpar mampu membawa inovasi bagi kemajuan masyarakat. (RMT/DAN)