Home / Berita Terkini / ICON-IR, Diskusi Panel yang Produktif

ICON-IR, Diskusi Panel yang Produktif

Salah satu kegiatan peneliti serta dosen adalah mengembangkan ilmu pengetahuan. Mengembangkan ilmu bisa juga dengan membangun teori baru yang menyesuaikan zaman. Salah satu cita-cita dari para akademisi dan peneliti dari wilayah Asia yakni membentuk teori-teori yang khas dari Asia.

Untuk menjawab tantangan tersebut dan berkontribusi di dunia akademik internasional, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bekerjasama dengan Asian Political and International Studies Association (APISA) menyelenggarakan International Conference on International Relations – ICON IR pada 5 hingga 6 Oktober 2018 di Hotel Aryaduta Bandung.

Hari kedua ICON-IR Unpar diisi dengan diskusi panel dengan subtema spesifik. Di sela sesi panel, telah dikhususkan satu panel untuk diskusi bersama Lembaga Fredrich-Ebert-Stiftung. Panel eksklusif tersebut mendiskusikan peran demokratisasi di Asia dengan pembicara yang berasal dari Osaka School of International Public Policy-Jepang, Naresuan University-Thailand, dan beberapa peserta dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Pakistan. Di dalam acara tersebut terdapat pula representatif dari universitas nasional seperti Aleksius Djemadu dari Universitas Pelita Harapan.

Sebelum bertolak kembali ke Australia, salah satu pembicara utama yaitu Prof. Kai He menyampaikan pujian untuk para penyelenggara. “Kami tidak menyangka bahwa kalian menyelenggarakan acara ini tanpa menggunakan jasa Event Organizer. Acara ini dilakukan dengan profesional dan rapih,” ungkapnya pada Elizabeth Dewi selaku ketua panitia.

Setelah diskusi selesai, acara dilanjutkan dengan malam ramah-tamah Academic and Professional Gathering (APG).

Rangkaian acara ICON-IR ditutup oleh perwakilan dari APISA dan HI Unpar, yang menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap berbagai pihak yang ada. “We will be waiting to meet you two years from now,” ungkap Elizabeth Dewi menutup acara.