Home / Berita Terkini / HMPSTS Ajak Unparian Kumpulkan Barang Bekas Layak Pakai

HMPSTS Ajak Unparian Kumpulkan Barang Bekas Layak Pakai

Departemen Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (HMPSTS Unpar) mengajak teman-teman Unparian untuk mengumpulkan barang bekas layak pakai. Rencananya, barang-barang tersebut akan digunakan untuk membantu masyarakat di kelurahan Hegarmanah, Ciumbuleuit, Bandung.

Kegiatan pengumpulan barang bekas layak pakai ini bertemakan “Lebih Baik Tangan di Atas daripada Tangan di Bawah”. Adapun barang yang dapat disumbangkan seperti baju/kemeja, jaket/sweater, celana pendek/panjang, topi, juga sepatu. Batas pengumpulan barang yakni pada Jumat, 30 November 2018 di Ruang HMPSTS (drop point).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Revolusi: Renovasi Bersolusi”.

Koordinator Revolusi Fransiskow (Teknik Sipil 2016) mengatakan, hasil dari pengumpulan barang bekas layak pakai rencananya akan ditindaklanjuti dengan kegiatan garage sale. Nantinya, dana hasil penjualan barang-barang ini akan digunakan untuk merenovasi lapangan upacara SD Panorama, Ciumbuleuit.

Revolusi menjadi sarana pembelajaran mahasiswa teknik sipil untuk memahami lebih baik bidang ilmu yang akan mereka jalani nanti.

Tahun ini, kegiatan Revolusi diselenggarakan di SDN 134 Panorama, Hegarmanah. Adapun Revolusi terbagi dalam beberapa tahapan proyek. Tahapan ini dirancang sedemikian rupa menyerupai proses konstruksi yang riil, dimulai dari studi kelayakan, perancangan, pengadaan, pelaksanaan, hingga operasional dan pelestarian. Salah satu tahapan tersebut, pengadaan atau tender, baru saja diselenggarakan pada 21 September hingga 15 Oktober lalu.

Dalam kegiatan ini, kelompok-kelompok mahasiswa selaku ‘kontraktor’ memaparkan ide mereka. Tahapan tender juga mencakup proses “Aanwijzing”, dimana setiap kelompok akan memberi penjelasan terhadap proyek yang akan mereka kerjakan. Nantinya, proyek yang dirasa paling baik akan diimplementasikan dalam tahap pelaksanaan Februari 2019 mendatang.

Sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, kegiatan Revolusi akan diisi dengan aktivitas pemberdayaan bersama siswa-siswi SD. Para siswa akan didorong untuk berpikir kreatif, misalnya dengan kegiatan pembuatan prakarya dari bahan bekas, serta pentas seni di hadapan orang tua siswa.