Home / Berita Terkini / Himpunan Mahasiswa Hukum Unpar Gelar Quo Vadis Law Fair
  • Suasana Quo Vadis Law Fair pada Jumat (22/11)

  • Mahasiswa aktif berinteraksi dengan perwakilan firma hukum

  • Diselenggarakan pula kegiatan seperti workshop, talkshow dan diskusi panel

Himpunan Mahasiswa Hukum Unpar Gelar Quo Vadis Law Fair

Hendak ke mana mahasiswa hukum berkarier seusai kuliah? Banyak yang masih mengaitkan karier bidang hukum dengan profesi-profesi penegak hukum, seperti hakim dan jaksa, atau dengan firma hukum dan kantor pengacara. Padahal, ada banyak profesi lain yang membutuhkan kompetensi seorang sarjana hukum, seperti perusahaan profit, organisasi pemerintah, dan lain sebagainya.

Untuk membuka wawasan mahasiswa hukum akan potensi profesional mereka di masa depan, untuk pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Katolik Parahyangan (HMPSIH Unpar) menggelar Quo Vadis Law Fair pada Kamis hingga Sabtu, 21-23 November 2019. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh mahasiswa di Fakultas Hukum (FH) Unpar.

Berbagai mata acara diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan law fair ini. Diantaranya adalah talkshow interaktif bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Workshop bersama law firm ternama, dan diskusi panel dengan PT Kereta Api Indonesia dan PT Len Railways System. Tetapi yang terpenting, kegiatan ini menghadirkan firma-firma hukum yang memiliki spesialisasi tersendiri.

Firma hukum yang hadir dalam Quo Vadis mengisi booth yang tersedia di selasar FH Unpar. Pasha Soulaiman selaku Wakil Ketua Pelaksana Quo Vadis 2019 mengungkapkan bahwa lewat booth ini, “Mahasiswa dapat berinteraksi lebih intens lagi dengan law firm.” Total sebanyak enam firma hukum berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pengunjung pun antusias berinteraksi langsung dengan anggota firma hukum untuk mempelajari tentang bidang kerja dan karier yang bisa mereka dalami.

Pasha menjelaskan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari berbagai kegiatan serupa yang ditujukan untuk memperluas wawasan mahasiswa akan dunia kerja. “Kami memutuskan untuk menggelar acara Law Fair,” ujarnya, “Sehingga ada sumber daya yang tertarik untuk bekerja di perusahaan (law firm dan perusahaan lain-red).” Jadi, menurutnya, karier bagi akademisi hukum tidak melulu hanya di bidang peradilan saja, melainkan bisa merambah ke aspek legalitas yang lain.

Melalui penyelenggaraan Quo Vadis, diharapkan mahasiswa mendapat informasi karier di bidang hukum yang bermanfaat bagi masa depan itu. Selain itu, “Mahasiswa FH semakin tertarik untuk mencari pekerjaan yang tingkat kompetisinya cukup ketat,” kata Pasha. “Terutama di era globalisasi seperti ini.”