Home / Banner / Hello, Hello Bandung!: Penyambutan dan Perkenalan Mahasiswa ACICIS Unpar

Hello, Hello Bandung!: Penyambutan dan Perkenalan Mahasiswa ACICIS Unpar

Menjadi tuan rumah dari program pertukaran pelajar tentu melambangkan kepercayaan dari mutu universitas yang disambangi oleh pelajar dari luar negeri. Universitas-universitas yang menitipkan mahasiswanya atau dosen dan peneliti untuk berkunjung dan berbagi pengalaman di suatu kampus tertentu pastinya meyakini bahwa kampus tujuan mereka memiliki sumber daya yang memadai untuk memberikan pengetahuan serta pengalaman yang mereka butuhkan.

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bekerja sama dengan The Australian Consortium for In Country Indonesian Studies (ACICIS) menyelenggarakan program pertukaran pelajar dari beberapa universitas dari Negeri Kangguru, Australia. “Tahun ini kita (me)nerima dari lebih banyak universitas. “Ada yang dari Tazmania, Royal Melbourne Institute of Technology, University of Sydney dan masih banyak lagi,” ungkap Elizabeth Agnes, mahasiswa magang di ACICIS yang juga mengurus acara perkenalan mahasiswa asal Australia.

Bertempat di gedung rektorat Unpar, acara perkenalan diselenggarakan pada 10 Agustus 2018. Beberapa mahasiswa sudah datang sejak seminggu yang lalu. Acara perkenalan hari ini dimaksudkan untuk memperkenalkan para mahasiswa pertukaran pelajar dengan student buddy (pendamping). Mahasiswa asing juga diperkenalkan dengan beberapa kosakata bahasa Indonesia dan cara mencari tempat tinggal selama di Bandung.

Di sesi pertama, Janelle staf ACICIS, memberikan perkenalan singkat tentang apa saja yang akan ditemui oleh para mahasiswa ACICIS di Indonesia seperti kondisi politik, agama, dan budaya masyarakat umum. Janelle juga menekankan bahwa mahasiswa asal Australia agar berhati-hati dengan beberapa hal umum di Indonesia seperti transportasi motor daring (ojek) yang tidak biasa ditemui di Australia.

Janelle juga menghimbau mereka untuk menghindari aksi demonstrasi yang kerap terjadi menjelang tahun politik. Presentasi selanjutnya hadir dari tim BIPA (Bahasa Inggris untuk Penutur Asing) Unpar yang memperkenalkan kosakata bahasa Indonesia dan Sunda umum. BIPA Unpar membuka kelas bahasa Indonesia untuk para mahasiswa pertukaran pelajar.

“Senang sih, gue kan mahasiswa Arsitektur jadi jarang ada kesempatan begini,” ungkap Gita, mahasiswi arsitektur angkatan 2015 yang juga menjadi student buddy.

Singkatnya, program pertukaran pelajar ini memiliki banyak manfaat bagi kampus maupun mahasiswa yang mendapat kesempatan untuk membangun jaringan pertemanan dengan berbagai pribadi dari dunia yang berbeda.