Home / Berita Terkini / Hari Literasi: Jelajahi Ilmu Dengan Membaca Buku
  • Mahasiswa antusias membaca buku-buku yang disajikan dalam Hari Literasi pada Senin (9/9) lalu

  • Pengunjung dapat membaca buku secara gratis di Mini Library

  • Sebagian dari buku yang akan didonasikan kepada Sekolah Alam Subang

Hari Literasi: Jelajahi Ilmu Dengan Membaca Buku

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM Unpar) menyelenggarakan kegiatan Hari Literasi bertema “Voyage Through Time”. Program yang baru pertama kali diselenggarakan dalam kurun waktu dua belas tahun ini menghadirkan ruang bagi mahasiswa Unpar untuk menjelajahi ilmu lewat buku. Kegiatan berlangsung selama dua hari pada tanggal 9 dan 10 September 2019 dan menarik minat lebih dari 1700 pengunjung, mayoritas merupakan mahasiswa.

Hari Literasi Unpar diisi dengan lima pelapak buku yang menyediakan seribu buku bagi mahasiswa. Buku-buku yang tersedia sangat beragam, mulai dari buku fiksi dan non-fiksi impor, karya baru penulis Indonesia, hingga buku lawas dan langka. Mahasiswa yang melewati Plaza Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) terlihat antusias dengan kehadiran Hari Literasi. Tidak sedikit yang meluangkan waktu untuk mampir untuk sekedar melihat dan membaca buku, juga membeli buku-buku yang ditawarkan dengan harga miring.

Ditemui di sela-sela kegiatan Hari Literasi pada Selasa (10/9), Ketua Pelaksana Hari Literasi Kimberley Blessinda menceritakan keprihatinan panitia akan rendahnya literasi dan minat baca di Indonesia saat ini. “Hanya satu persen dari rakyat Indonesia yang memiliki minat baca yang tinggi,” ujarnya mengutip data UNESCO. ”Itu berpengaruh dengan pola pikir juga.”

Menurutnya, kurangnya literasi berhubungan dengan fenomena dalam masyarakat saat ini. “Orang baru ngomong hoaks sedikit, langsung gembar-gembor,” ungkap Kimberley, “padahal kenyataannya tidak begitu.” Menjawab isu literasi dan untuk menarik minat mahasiswa dalam membaca buku, panitia berinisiatif melakukan kampanye pra-pelaksanaan dengan memberikan fakta menarik dan kutipan berkaitan dengan literasi.

Berbagi Buku

Pada kesempatan yang sama, panitia Hari Literasi juga mengundang komunitas literasi dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menyediakan Mini Library. “Mereka menyediakan 100 buku untuk dibaca di tempat dan gratis,” jelas Kimberley. Jadi, para pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menikmati buku-buku yang tersedia. “Buku-bukunya juga menarik,” lanjutnya. 

Pengunjung Hari Literasi juga berkesempatan untuk berbagi ilmu lewat donasi buku. Buku-buku yang telah dikumpulkan sejak awal September ini akan didonasikan untuk Sekolah Alam Subang bekerja sama dengan Komunitas Satu Juta Buku (Sajubu). Buku menjadi sumber ilmu yang penting dalam pendidikan para murid sekolah alam yang mayoritas berasal dari keluarga buruh ini. Di akhir kegiatan, panitia mencatat ada lebih dari dua ratus buku yang didonasikan oleh komunitas Unpar.

Hari Literasi membuktikan masih besarnya keinginan komunitas Unpar dalam membaca buku dan meningkatkan literasi. “Minat baca mahasiswa Unpar tinggi sekali,” ungkap Kimberley di akhir wawancara. Hal ini memberikan harapan agar kegiatan literasi di Unpar dapat dirancang lebih besar dan lebih baik lagi. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari universitas lain di masa mendatang. “Ada yang meneruskan (kegiatan Hari Literasi),” katanya, “intinya itu.” (DAN)