Home / Berita Terkini / Halal Bihalal Dorong Pengembangan Spiritualitas Komunitas Unpar dalam Keberagaman

Halal Bihalal Dorong Pengembangan Spiritualitas Komunitas Unpar dalam Keberagaman

Dalam rangka memperingati Idul Fitri 1 Syawal 1440 H, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) kembali mengadakan acara Silaturahmi dan Halal Bihalal pada Rabu (26/6) yang bertempatkan di Gedung PPAG. Acara Halal Bihalal turut mengundang komunitas akademis Unpar, mitra dan pihak-pihak yang menjalin kerjasama dengan kampus Unpar, seperti pihak pemerintahan Kota Bandung, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), kepolisian, pesantren, dan juga warga sekitar kampus. Tausiyah Halal Bihalal disampaikan oleh Sanerya Hendrawan, Ph. D (Dosen Magister Administrasi Publik Unpar).

Dalam sambutannya, Mangadar Situmorang, Ph, D, selaku Rektor Unpar menyampaikan akan pentingnya kerukunan, rasa kemanusiaan antara satu sama lain dan juga untuk menghidupkan nilai-nilai spiritual. “Kerukunan harus dirajut dengan semangat saling menghargai satu sama lain,” tutur Mangadar. 

Dirinya juga menekankan bahwa kita tidaklah bisa maju sendiri tanpa bantuan orang lain. Relasi dengan orang lain menjadi lebih bermakna ketika ada orang yang mendapat manfaat dari kehadiran kita. Hal tersebut sama halnya seperti Unpar yang sebagai institusi tidak akan bermakna jika tidak didukung oleh pihak-pihak lain. Beliau juga berpesan agar kita sebagai seorang pribadi dapat menjadi lebih bermakna dan Unpar juga dapat menjadi lebih bermakna yang membuahkan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Pada kesempatan ini, acara Halal Bihalal turut dihadiri oleh Pemerintah Kota Bandung yang diwakili oleh H. Tatang Muhtar, S.Sos. M.Si selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan Kota Bandung. Dalam sambutannya, Tatang menyampaikan akan rasa keberagaman yang harus dilakukan bersama. Hal tersebut sejalan dengan beberapa strategi Kota Bandung, yaitu diantaranya inovasi, kolaborasi, dan desentralisasi. Selain itu, dirinya juga menekankan visi dari Kota Bandung untuk lima tahun kedepan, yaitu Bandung unggul, pembangunan manusia, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin.

Acara ini juga dihadiri oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Ir. Dharnita Chandra, M.Si. Di dalam sambutannya, beliau menyampaikan akan mutu dan kualitas Unpar yang sudah baik dan harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan. “Semoga kekeluargaan semakin terjalin dan Unpar bisa terus meningkatkan mutunya,” tutur Dharnita.

Spiritualitas dan Hikmah Keberagaman

Pada Halal Bi Halal tahun ini, tema yang diangkat adalah “Membangun Spiritualitas dan Hikmah dalam Keberagaman Unpar”. “Barang siapa yang menjalankan Ramadan, dosa-dosanya akan dihapuskan,” tutur Sanerya Hendrawan dalam Tausiyahnya. Dirinya menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan saat dimana umat muslim dapat mensucikan dirinya kembali dan merupakan masa yang penting bagi umat muslim untuk dapat lebih bertakwa, dapat mengendalikan diri, mengikuti ilahi, dan menghindarkan diri dari pikiran negatif.

Puasa membuat kita kembali ke kondisi primordial, yang mana jiwa manusia kembali menjadi bersih dan manusia bisa menyerahkan diri kepada Allah sebagai satu jiwa yang lurus. “Suci bersih, lurus menghadap jiwa raga kepada Allah, hidup secara alami dalam Ad-Din Al-Fitrah, kehidupan yang merdeka, damai, tenang, dan tentram,” tutur Sanerya. Menurutnya kembali ke fitrah, berarti kembali hidup mengikuti tuntutan Allah, dan menjadi satu sikap, satu jalan hidup, tunduk, dan pasrah. Ketundukan dan kepasrahan tersebut diekspresikan dalam kalimat “Tiada Tuhan selain Allah”.

Menghadapi Tantangan Peradaban

Sekularisme, kapitalisme, keguncangan kultural, serta realisme ekologis menjadi tantangan bersama atau sebuah great disruption di era modern ini. Untuk tetap mempertahankan perbedaan dan menghadapi tantangan, haruslah dilakukan dengan menumbuhkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan self restraint, humility, sense of limits, empati dan simpati. Cara lainnya adalah dengan menanamkan nilai-nilai tersebut di dalam dunia pendidikan karena kualitas moral dan spiritualitas sangatlah menentukan kemajuan dan kebahagian suatu bangsa dan negara.

Sanerya menekankan akan modal untuk mengembangkan nilai spiritualitas dalam kebhinekaan yang dapat digunakan untuk membangun peradaban yang baru. Hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa hal, yaitu dengan berbuat baik dan menebar kasih kepada siapa saja dan kepada apa saja; dengan keadilan dan keseimbangan; dengan meraih kemajuan melalui iman, ilmu, dan amal; kasih sayang, ihsan, tawaduk, meninggalkan maksiat, tawakal, menghargai waktu, serta dengan menghargai keindahan.

Kegiatan Halal Bihalal diakhiri dengan doa bersama, games, serta ramah tamah.