Home / Berita Terkini / Hadapi Disrupsi dengan Kekuatan Teknologi Informasi

Hadapi Disrupsi dengan Kekuatan Teknologi Informasi

Rasanya tidak asing jika kita sering mendengar istilah ‘disrupsi’ dalam keseharian kita. Istilah ini biasa dikaitkan dengan berbagai inovasi yang terjadi dalam bidang teknologi, khususnya teknologi informasi. Disrupsi seakan menjadi tanda tergantikannya yang lama dengan yang baru, yang lebih kekinian dan serba digital. Kemunculan fenomena ini menghadirkan peluang juga tantangan bagi siapapun. Apakah akan ikut berinovasi bersama arus perubahan, atau bertahan dengan cara-cara yang lama, atau bahkan mencari keseimbangan diantara dua ekstrem tersebut.

Fenomena disrupsi telah merambah ke dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Mulai dari pemenuhan kebutuhan akan informasi, belanja kebutuhan sehari-hari, dan kini masuk ke ranah pendidikan. Semisal penggunaan sistem informasi terpadu hingga fenomena Massive Open Online Course atau MOOC yang diedarkan secara daring dan terbuka untuk diakses oleh semua orang yang memiliki akses internet. Disrupsi membawa tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi selaku institusi pendidikan.

Artikel terkait: Dr. rer.nat Cecilia Esti Nugraheni, S.T., M.T.: Tantangan Pendidikan Tinggi Hadapi Disrupsi Teknologi Informasi

Integrasikan Perubahan

Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyadari kemunculan disrupsi teknologi yang hadir dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Melalui sumber daya yang dimiliki, Unpar perlu bergerak, bertransformasi menggunakan instrumen digital yang mumpuni. Dan berbagai perubahan telah diinisiasi oleh Unpar baru-baru ini menunjukkan itikad Unpar dalam mengintegrasikan teknologi digital lebih baik lagi.

Pengembangan sistem informasi akademik atau SI AKAD menjadi salah satu program besar yang dikelola oleh universitas melalui Biro Teknologi Informasi serta Biro Administrasi Akademik. Digitalisasi proses administrasi memberikan kemudahan bagi mahasiswa sebagai peserta didik dalam menunjang aktivitas perkuliahannya. Di sisi lain, SI AKAD meningkatkan kinerja sistem administrasi akademik juga memberikan transparansi bagi mahasiswa akan proses administrasi yang sedang ditempuh.

Artikel Terkait: Unpar Luncurkan SI AKAD, Portal UnparOne, dan Program Pascadoktoral

Tidak hanya itu, sistem informasi kemahasiswaan dan alumni atau SI KEMAL juga diperkenalkan. Pada tahap pertama, pengajuan beasiswa internal dan eksternal kini dapat dilakukan melalui ‘sistem satu pintu’. Hal ini semakin mempermudah mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial untuk mengakses beragam beasiswa sesuai dengan kriteria yang dimiliki serta kebutuhan akademiknya. Harapannya tentu adalah kesesuaian antara jumlah penerima dengan jumlah beasiswa yang disalurkan, baik paket serta nominalnya.

Artikel Terkait: Luncurkan SI KEMAL, Unpar Beri Kemudahan Akses Beasiswa

Integrasi kedua sistem informasi kedalam portal mahasiswa yang mudah diakses oleh mahasiswa juga menjadi nilai plus. Dulu, mahasiswa perlu mengakses kanal spesifik apabila membutuhkan pelayanan tertentu. Melalui portal akademik, mahasiswa dimudahkan dalam mengakses layanan tersebut kapanpun dan dimanapun melalui jaringan internet. Terakhir, layanan ini dihubungkan dengan portal Unpar One yang telah diperbaharui sesuai dengan kebutuhan komunitas akademik Unpar, baik mahasiswa, dosen selaku tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan lain.

Terakhir, sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) menghadirkan ujian saringan masuk berbasis komputer atau USMBK. Saat ini USMBK telah mengganti sistem USM On-Site yang diselenggarakan Unpar bekerja sama dengan sekolah-sekolah mitra, menggantikan ujian berbasis kertas menjadi medium digital. Pengembangan USMBK diharapkan mampu membuka jalan bagi pengembangan sistem PMB yang seluruhnya berbasis digital, bahkan berbasis daring. Tentunya anak-anak muda potensial dari seluruh pelosok Indonesia dimudahkan untuk bergabung dan memulai pengembangan dirinya sebagai mahasiswa Unpar.

Artikel Terkait: USM Berbasis Komputer Beri Kemudahan Bagi Kaum Muda untuk Bergabung dengan Unpar

Digitalisasi Pembelajaran

Selain sistem informasi penunjang, perubahan digencarkan lewat inovasi-inovasi dalam bidang pembelajaran. Digitalisasi pembelajaran dimulai dengan merubah cara penyampaian materi belajar yang disampaikan lewat medium digital, misalnya video pembelajaran. Proses digitalisasi ini mendorong dosen untuk mengubah metode penyampaian kuliah, menciptakan proses pembelajaran yang ringkas, mudah ditangkap peserta didik, namun tetap berbobot.

Pusat Inovasi Pembelajaran (PIP) selaku garda depan digitalisasi pembelajaran telah lama mengembangkan sistem pembelajaran digital yang dikenal sebagai Interactive Digital Learning Environment (IDE) Unpar. Selain pemberian materi kuliah, IDE Unpar kini dapat dipergunakan untuk menilai secara tepat capaian pembelajaran mahasiswa seperti melalui kuis, diskusi dan kerja kelompok. Mahasiswa mendapat alternatif untuk memahami materi belajar sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan waktu. Melalui pembelajaran digital yang interaktif, baik mahasiswa dan dosen kini dapat mengefektifkan kegiatan perkuliahan tatap muka dengan diskusi-diskusi ilmiah, sehingga proses pembelajaran mencapai tahap yang lebih mendalam bagi mahasiswa.

Artikel terkait: Pusat Inovasi Pembelajaran: Garda Depan Digitalisasi Pembelajaran Unpar

Semakin berkembangnya teknologi berarti arus perubahan dan fenomena disrupsi akan terus berlanjut. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Unpar siap bertransformasi memanfaatkan teknologi informasi terkini untuk menunjang misinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi bagi masyarakat. Inovasi yang dilakukan akan mendukung Unpar dalam mendidik generasi muda demi kemajuan Bangsa. (DAN)