Home / Great UNPAR

Great UNPAR

Estafet kepemimpinan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) sudah beralih ke Mangadar Situmorang, Ph.D. dari Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D. pada awal Juli 2015. Semangat baru diembuskan untuk merespons perubahan dan tantangan. Universitas Katolik Parahyangan dicita-citakan untuk menjadi great (hebat), tidak sekadar good (bagus) seperti saat ini.

Sesuai dengan misi para pendirinya, UNPAR harus berperan serta di dalam mencerdaskan generasi muda bangsa Indonesia. Misi pencerdasan ini akan terus berlangsung seiring dengan perjalanan masa, perubahan tuntutan masyarakat serta perkembangan peradaban dan ukuran kecerdasan umat manusia. Karenanya, UNPAR harus terus-menerus membangun diri agar tetap eksis, relevan, dan semakin signifikan. UNPAR tentu berkomitmen menyelenggarakan proses pembelajaran untuk terus menghasilkan lulusan unggul. Lebih dari itu, UNPAR juga memproduksi pengetahuan yang semakin signifikan. Keterlibatan UNPAR di tengah masyarakat membuatnya semakin relevan dengan lingkungannya. Semuanya bermuara pada membangun komunitas akademik yang humanum-religiosum dalam rangka pengembangan dan pewarisan nilai budaya secara kritis-kreatif. Komunitas yang mengembangkan potensi lokal, peningkatan martabat manusia, dan memelihara keutuhan alam ciptaan.

UNPAR sudah menjadi perguruan tinggi pilihan bagi banyak siswa lulusan pendidikan menengah, baik di Jawa Barat maupun lingkup nasional. Lebih dari 50 persen mahasiswa berasal dari seluruh penjuru Indonesia, di luar Bandung Raya. Jumlah mahasiswa asing studi di UNPAR bertambah setiap tahun, baik melalui short term programs, semester based exchange programs maupun mahasiswa reguler. Ini berarti ada banyak perbedaan agama, ragam budaya dan etnis, dan latar sosial-ekonomi. Selain itu, beragam potensi, minat, dan bakat para mahasiswanya. Wadah kegiatan mahasiswa teramat kaya mulai dari unit seni, unit olahraga termasuk beladiri, dan wadah khusus seperti Parahyangan English Debating Society, Korps Tenaga Sukarela, dan Parahyangan Programer’s Club. Secara khusus, kegiatan mahasiswa yang mendunia, di antaranya Paduan Suara Mahasiswa, Mahitala, dan Lingkung Seni Tradisional (Listra). Hidup dalam keberagaman sudah menjadi pedoman spiritualitas yang terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan UNPAR.

Ragam program studi dan jenjang pendidikannya juga memudahkan calon mahasiswa memilih sesuai dengan potensi akademik, bakat-minatnya dan menjawab tuntutan-kebutuhan masyarakat untuk studi di UNPAR. Mulai dari program diploma; sarjana bidang ekonomi, hukum, sosial politik, filsafat, arsitektur, teknik, dan sains; magister bidang manajemen, hukum, sosial, arsitektur, dan teknik; serta doktor bidang ekonomi, hukum, arsitektur, dan teknik sipil.

UNPAR menyadari pentingnya rekognisi atau pengakuan terhadap lulusan maupun reputasi lembaganya. Sejak berdiri tahun 1955, lulusan UNPAR sudah mencapai 54.000 alumnus, tersebar di berbagai perusahaan di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Mereka mempunyai karya yang diakui, dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya. Mereka mempunyai ikatan alumni yang kuat dan mendukung kemajuan UNPAR maupun lulusan UNPAR. Secara kelembagaan, institusi UNPAR juga mendapatkan akreditasi BAIK dan hampir semua program studi diakreditasi “A” oleh BANPT. Dalam kinerja memproduksi pengetahuan melalui penelitian, UNPAR juga termasuk dalam Klaster Utama Perguruan Tinggi di Indonesia. Selain unggul dalam pembelajaran, para dosen UNPAR juga bergiat dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional. Persentase dosen bergelar doktoral mencapai 40 persen dan terutama berasal dari universitas bereputasi di luar negeri dan para profesor yang paripurna yang diakui oleh komunitas akademiknya.

UNPAR yang menjadi universitas pilihan dan diakui akan terus dikembangkan dan disempurnakan. Menjadi pilihan bagi pengembangan diri dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan karakter yang unggul. Menjadi makin diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semangat yang dibarui untuk membangun Great UNPAR.