Home / Berita Terkini / FON 2016: Kenali Budaya Dunia dengan Bumbu Indonesia Timur
FON 2016: Kenali Budaya Dunia dengan Bumbu Indonesia Timur

FON 2016: Kenali Budaya Dunia dengan Bumbu Indonesia Timur

Pemahaman dan penghargaan atas keberagaman budaya, baik ragam budaya lokal maupun internasional menjadi salah satu kunci utama terciptanya perdamaian dunia dan keselarasan antar bangsa. Kekayaan budaya dunia memang perlu dilestarikan karena tidak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan menjadi akar dari kehidupan manusia modern. Pengetahuan mengenai keragaman budaya dunia saat ini masih perlu ditingkatkan, terlebih lagi jika melihat pada fakta di Indonesia dimana akses informasi belum tersebar secara menyeluruh oleh semua kalangan.

Hal inilah yang mendasari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (Prodi HI) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI) Unpar untuk kembali mengadakan Festival of Nations (FON) 2016: “Chromatic East”. Mengangkat tema kebudayaan Indonesia bagian timur, festival kebudayaan internasional ini berhasil terselenggara pada Sabtu (30/4) lalu bertempat di Teras Cikapundung, Bandung. FON diadakan dengan konsep Global Village dimana menempatkan Bandung sebagai tempat bertemunya kebudayaan dunia.

Dibuka sejak pukul 13.00, FON 2016 diawali dengan sambutan Mangadar Situmorang, Ph.D selaku Rektor Unpar dan Sylvia Yazid, Ph.D, Kepala Prodi HI Unpar. Beragam konten menarik dihadirkan seperti tie-dye workshop bersama Gesta M. Pattiasina yang terus berlangsung hingga malam. Ada juga saung “Taste of Papeda” yang menyediakan 100 mangkuk “Papeda” gratis bagi para pengunjung. Pengunjung juga berkesempatan melihat proses pembuatan kudapan lezat berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang memiliki tekstur unik. Konten menarik lainnya adalah mini holographic cultural museum yang bertujuan membuka wawasan pengunjung mengenai FON 2016 dan keberagaman budaya yang berasal dari lima benua.

Tidak hanya itu, panggung utama juga silih berganti dengan penampilan-penampilan menarik yang membuka wawasan pengunjung. Penampilan seni bela diri khas Brazil, Capoiera; tari tradisional khas Korea yang dibawakan oleh Hansamo (Bandung Korea Community); tari Salsa; tari Merak dan tari Salama yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LISTRA Unpar. Tak kalah spesial, penampilan grup musik Doulce Memoire yang datang langsung dari Perancis membuat pengunjung terkagum-kagum dengan membawakan lagu-lagu klasik Perancis dari tahun 60 dan 70.

Penampilan musik dari National Perks, Littlelute, USBP Percussion, dan Dekat pun berhasil menarik perhatian serta membuat acara ini semakin semarak. Bahkan, para penonton menjadi terbawa suasana sehingga berjoget dan berlompat-lompat saat grup musik Dekat tampil menyanyikan lagu “Rasa Sayange” yang telah diaransemen ulang liriknya khusus untuk FON 2016 serta lagu-lagu dari album terbaru mereka.

Meski beberapa kali diguyur rintik hujan, para pengunjung tetap silih berganti hadir dan bertahan hingga penutupan acara. Pengunjung juga tidak henti-hentinya mengabadikan foto mereka bersama keluarga dan sahabat menggunakan ponsel dengan latar belakang dekorasi khas tema FON 2016. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini tidak dipungut biaya masuk dan terbuka untuk umum.