Home / Berita Terkini / FISIP Unpar Menelaah Model Pembelajaran Baru Bersama Daniel Tumiwa

FISIP Unpar Menelaah Model Pembelajaran Baru Bersama Daniel Tumiwa

Pada hari Selasa (28/7/2020), Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan (IAB UNPAR) mengadakan webinar yang bertajuk “Shifting from a Teacher to a Coach with Online Platform: Sudah Siapkah Kita?” Webinar tersebut menghadirkan Daniel Tumiwa, coach people & organization dari Engage and Grow yang juga merupakan alumnus dari FISIP Unpar. Webinar yang dimoderatori oleh Dr. Orpha Jane, pengajar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpar (FISIP Unpar) ini diikuti oleh para dosen dari FISIP serta fakultas-fakultas lain yang ada di Unpar.

Webinar dimulai dengan penjelasan mengenai keadaan yang merundungi bisnis-bisnis tradisional. Daniel menyatakan bahwa saat ini terdapat keadaan yang disebut sebagai digital disruption–– yaitu keadaan ketika teknologi modern atau digitalisasi telah ‘mengganggu’ berjalannya keadaan konvensional.

Digital Disruptor

Jika berbicara soal disruptor pada bisnis, saat ini yang terpikir adalah pandemi COVID-19. Namun, sebelum pandemi, salah satu disruptor terbesar pada bisnis konvensional adalah buy now button. Buy now button menawarkan kemudahan dan efisiensi pada calon pembeli. Sehingga hal tersebut mendorong mereka untuk semakin sering melakukan transaksi–– meskipun sebenarnya tidak memerlukan barang tersebut.

Pada masa digital disruption inilah, online marketplace menjadi hal yang lumrah karena dianggap sebagai suatu keharusan untuk dapat bersaing. Keberadaan online marketplace pun dibarengi dengan adanya connected customers–– konsumen yang hidupnya bergantung pada ‘aplikasi’, dapat memilah brand lebih cepat melalui citranya, serta ketersediaan akses yang tinggi.

Kemudian di masa pandemi ini, digital disruption semakin melaju pesat dengan adanya tuntutan dan kebutuhan untuk menggunakan media daring. Model bisnis pun berubah ke ranah online. Saat ini, bisnis lebih banyak menawarkan ‘akses’ atau kepemilikan langsung kepada konsumen. Sebutlah Netflix dengan subscription atau YouTube dengan freemium model.

Generasi Super Connected

Kebanyakan mahasiswa saat ini merupakan generasi yang tergolong sebagai super connected–– yaitu generasi yang kehidupannya saling terhubung dengan satu sama lain. Sebagai wadah belajar, universitas harus bisa mengikuti pergerakan zaman, termasuk mahasiswa dan tenaga pengajarnya. Generasi super connected menganggap keterlibatan mereka dalam bentuk kerja sama sangatlah penting. Hal ini dikarenakan rasa connected itulah yang dapat membantu mereka membangun dan mengembangkan lingkungan yang lebih baik.

Daniel menutup webinarnya dengan menyatakan bahwa mahasiswa, di tengah masa pandemi ini, mungkin menganggap bahwa invitation dan permission sebagai dua hal paling penting  yang dapat mendorong keterlibatan mereka. Lebih lanjut lagi, dengan adanya model baru melalui pembelajaran daring, dosen dan mahasiswa harus berjalan beriringan untuk mencapai tujuan akhir. (AKA/DAN – Divisi Publikasi)