Home / Berita Terkini / FISIP UNPAR Gelar FGD Kolaborasi Pengelolaan Sisa Makanan Menuju Bandung Kota Cerdas Pangan

FISIP UNPAR Gelar FGD Kolaborasi Pengelolaan Sisa Makanan Menuju Bandung Kota Cerdas Pangan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Parahyangan (FISIP Unpar) bekerja sama dengan Rikolto Veco Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Dinas Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan FGD dengan tema “Kolaborasi Pengelolaan Sisa Makanan Menuju Bandung Kota Cerdas Pangan” di The Cipaku Garden Hotel pada Selasa (10/12). Acara dihadiri oleh perwakilan dari Rikolto Veco Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Pendidikan, para produsen pangan, media, dan akademisi. 

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Dr. Pius Sugeng Prasetyo selaku Dekan FISIP. Dr. Pius Sugeng Prasetyo menegaskan bahwa kampanye Bandung Kota Cerdas Pangan diharapkan tidak hanya semata menjadi knowledge, tetapi juga sebuah gerakan penyadaran bagi masyarakat Kota Bandung secara kolaboratif. FISIP UNPAR sendiri telah mencetuskan gerakan Bandung Kota Cerdas Pangan sejak 2018.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Prima Interpares mewakili Rikolto Veco Indonesia. Prima memaparkan berbagai kontribusi Rikolto Veco Indonesia dalam isu sistem pertanian berkelanjutan selama 40 tahun terakhir. Program food smart city sendiri sudah digagas di 3 kota besar di Indonesia, yakni Solo, Depok, dan Bandung untuk menciptakan tata kelola pangan dalam proses produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab.  Kemudian, Usep Awaludin mewakili Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menegaskan kesiapan dalam mendukung program untuk mengurangi food waste dan food loss. Program yang sedang digagas di tataran Kota Bandung sendiri adalah Urban Farming.

Ganjar Setya mewakili Dinas Komunikasi dan Informatika mengatakan Diskominfo siap membantu program Bandung Kota Cerdas Pangan melalui penggunaan data untuk menghasilkan strategi yang tepat dalam membangun smart city. Diharapkan Bandung bukan hanya membangun image sebagai kota kreatif, tetapi juga memiliki SDM yang cerdas dan berkualitas, khususnya dalam pengelolaan pangan.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan riset dari survei terhadap 60 produsen pangan yang dibawakan Dr. Theresia Gunawan dan diskusi dengan peserta FGD terkait dengan pandangan dan kontribusi yang dapat dilakukan oleh stakeholders di bidang pangan, dalam hal ini pemerintah, para produsen pangan, akademisi yang diharapkan mampu memberikan sebuah pola pemikiran, model, dan gagasan kontributif dalam menciptakan Bandung Kota Cerdas Pangan.

Melalui FGD ini diharapkan gerakan kampanye Bandung Kota Cerdas Pangan tidak hanya menjadi semboyan, melainkan sebuah komitmen dalam mengurangi sampah makanan dimulai dari diri sendiri. Dalam penutup, semboyan “Ambil, Makan, Habiskan” menjadi sebuah semangat yang diharapkan tertanam dalam mewujudkan Bandung Kota Cerdas Pangan. (/DAN)