Home / Berita Terkini / FISIP Day: FISIP yang Berubah (Lebih Baik)

FISIP Day: FISIP yang Berubah (Lebih Baik)

“Kami ingin FISIP lebih dari sekedar fakultas tempat kalian menimba ilmu. Kami ingin FISIP Unpar juga menjadi rumah kalian,” ujar Mangadar Situmorang Ph.D selaku Rektor Unpar dan salah satu dosen yang tergabung dalam tenaga pengajar FISIP Unpar dalam sambutannya membuka acara FISIP Day, pada Sabtu (1/9).

FISIP Day adalah rangkaian acara perayaan ulang tahun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP Unpar) setelah acara Dies Natalies dan Oratio Dies yang diselenggarakan pada hari sebelumnya.

Dalam acara FISIP Day, turut diundang pula alumni FISIP yang mewakili ketiga program studi (prodi) FISIP Unpar, yakni Prodi Ilmu Administrasi Publik (IAP), Ilmu Administrasi Bisnis (IAB), dan Ilmu Hubungan Internasional (HI).

Sejumlah alumnus yang ‘pulang kampus’ ke FISIP diantaranya Adam Indra, Sidharto Suryodipuro, Fony Yuliana Chandra, Maruarar Sirait, dan Vicky Shu. Pada kesempatan tersebut, mereka menjadi bintang tamu dalam sesi acara Bincang Bersama Alumni. Mereka berbagi cerita tentang bagaimana Unpar menjadi berbeda sejak mereka meninggalkan kampus ini.

“Dulu ya…FISIP memang sudah terkenal anak-anaknya (mahasiswa) aktif di kampus tapi juga aktif di luar kampus,” kata Maruarar Sirait politisi PDIP yang akrab disapa Bang Ara.

Sidharto juga mengenang bahwa sebelum beliau menjadi diplomat karir di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI), beliau memutuskan kuliah di Unpar karena yakin akan kualitas pendidikan yang diampu disini.

“Saya sudah sangat yakin Unpar setara dengan universitas negeri lainnya. Kalau dulu pilihan kuliah di Bandung itu cuma 3; antara ITB, Unpad dan Unpar,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Fony, yang memberi semangat kepada mahasiswa agar tidak takut merambah ke bidang-bidang pekerjaan yang tidak berkaitan secara langsung dalam bidang kuliah yang diambil sewaktu masih menempuh pendidikan di bangku universitas.

“Saya itu dulu belajar administrasi niaga, tidak pernah menyangka bahwa saya akan menjadi eksekutif di perusahaan agraria yang sekarang saya tekuni,” terangnya.

Adam Indra yang merupakan alumnus dari Ilmu Administrasi Niaga (sekarang Prodi IAP) menyampaikan pendapat yang senada dengan Fony. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di kampus sebaiknya hanya menjadi dasar untuk dikembangkan di kehidupan setelah kuliah.

“Tapi dasarnya ya harus kuat, kalau dasar teori dan konsep kalian aja enggak kuat gimana mau mengembangkan diri?,” ujarnya seraya tersenyum.

Sebagai seorang yang memiliki karir sangat berbeda dari bidang kajian yang ditekuni, Vicky Shu lebih banyak mengenang kekeluargaan di kampus. “FISIP itu keluarga. Jaman dulu bahkan dari aku (masih) mahasiswa baru, aku selalu punya teman-teman yang sukarela memperhatikan aku. Kekeluargaan di FISIP itu sangat kuat karena memang anak- anaknya (mahasiswa) yang masuk biasanya udah punya jiwa solid dan ditempa sama kegiatan-kegiatan yang memberi pressure buat kita,” kenangnya.

Ia juga menceritakan bagaimana teman-teman di bangku kuliah menguatkan dirinya saat memilih karir. “Kan ga umum yah mahasiswa udah belajar lama terus ganti haluan jadi penyanyi, tapi justru aku dapat dukungan dari teman-teman selama kuliah untuk ke sini, dan pada akhirnya dukungan itu adalah salah satu faktor kunci yang bikin aku sukses sampai sekarang. Jadi, bertemanlah dengan baik dan cari orang-orang yang mau mendukung pilihan kamu sekaligus menegur kamu ketika kamu salah,” ungkapnya.

Momen ini diisi dengan nostalgia dan temu kangen alumni dengan para pengampu mereka semasa kuliah.

Dalam acara tersebut, tersedia pula Ekspo angkatan 1991 serta pameran yang diadakan oleh himpunan mahasiswa masing-masing prodi. Selain itu, sebagai bentuk kerja sama yang erat dengan Penerbit Kanisius, mereka membuka stand khusus yang memamerkan dan menjual buku-buku karya peneliti dan dosen Unpar.