Home / Berita Terkini / FH Unpar Luncurkan Buku “Bunga Rampai Hukum Keperdataan”
Prof. Johannes Gunawan memberikan paparan dalam Bedah Buku "Bunga Rampai Hukum Keperdataan", Selasa (25/2/2020)

FH Unpar Luncurkan Buku “Bunga Rampai Hukum Keperdataan”

Komunitas akademik Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) patut berbangga akan ilmu dan pengabdian yang telah diberikan oleh Dosen Hukum Perdata Unpar Djaja S. Meilala, S.H., M.H. Di usianya yang telah mencapai 70 tahun, Pak Djaja masih bersemangat dalam membagikan pengetahuan akan hukum keperdataan baik melalui kuliah, diskusi, dan juga melalui buku.

Bagi civitas FH Unpar, hadiah terbaik dalam merayakan pencapaian Pak Djaja, sebagai seorang penulis, adalah melalui buku. Buku berjudul “Bunga Rampai Hukum Keperdataan” ini dirilis dalam Acara Bedah Buku yang diadakan di Aula FH Unpar pada Selasa (25/2/2020). Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, tenaga pendidik, serta kalangan umum yang memiliki ketertarikan akan ilmu hukum perdata. 

Dekan FH Unpar Dr.iur. Liona Nanang Supriatna mengingat Pak Djaja sebagai dosen yang luar biasa. Ilmu yang padat dan berisi menjadi dorongan bagi civitas academica FH Unpar dalam meningkatkan wawasan hukum yang bermanfaat. “Bagi saya, ilmu yang didapatkan oleh Pak Djaja itu waktu saya kuliah itu betul-betul mantap,” ungkapnya dalam sambutan. 

Di sisi lain, Rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. mengapresiasi forum dan karya komunitas akademik FH Unpar dalam mengembangkan ilmu hukum. Hal ini merupakan panggilan sebagai akademisi hukum, sekaligus sesuai dengan rencana pengembangan jangka panjang universitas di tahun 2040. “Unpar harus menjadi perguruan tinggi rujukan dalam penegakan hukum, dalam membangun ketaatan hukum,” tegasnya.

Paparan dan Diskusi

Puncak acara ditandai dengan Bedah Buku yang dipresentasikan oleh Prof. Dr. Johannes Gunawan. Prof. Johannes mengangkat topik “Revitalisasi Prinsip Contra Proferentem dalam Perlindungan Konsumen di Indonesia” yang juga merupakan pokok bahasan yang ditulisnya dalam buku ini. Diskusi dimoderatori oleh Bapak Carolus selaku dosen FH Unpar.

Contra Proferentem, menurut Prof. Johannes, merupakan prinsip hukum perdata yang merujuk pada kontrak telah dibuat baku oleh satu pihak seperti penyedia layanan dan industri. “Kontrak dibuat sepihak oleh pelaku usaha,” ungkapnya. Hal ini berbeda dengan proses pembuatan kontrak yang memerlukan kegiatan tawar menawar dan kesepakatan antara kedua belah pihak. 

Di sisi lain, perjanjian dengan prinsip ini dapat dengan mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya di tengah masyarakat 4.0 dengan berbagai kemudahan dalam bentuk perjanjian perdata digital. Hal ini tentu perlu perhatian khusus dari segi hukum keperdataan, terlebih dengan adanya pengakuan atas hak-hak dan perlindungan konsumen.

Paparan dan diskusi yang menyertai dalam Bedah Buku ini membahas cukilan kecil dari berbagai ilmu dan wawasan bermanfaat yang dituangkan dalam buku “Bunga Rampai Hukum Keperdataan”. Oleh karenanya, buku ini diharapkan menjadi referensi yang baik bagi akademisi, praktisi juga masyarakat dalam mengembangkan hukum perdata di Indonesia. Pak Djaja Meilala pun mengungkapkan apresiasi dan kebanggaannya bagi seluruh tim penyusun buku tersebut. “Saya merasa amat bersukacita,” tuturnya, “Semoga buku ini bermanfaat bagi masyarakat.”

Buku “Bunga Rampai Hukum Keperdataan” merupakan rangkuman dari pemikiran para pendidik hukum perdata di FH Unpar, seperti Prof. Johannes Gunawan, Prof. Catharina Dewi Wulansari, Prof. Bernadette M. Waluyo, Dr. Debiana Dewi Sudrajat, Dr. Sentosa Sembiring, Dr. Ida Susanti, Theodora Pritadianing Saputri, L.L.M., Dewi Sukma Kristianti, M.H., Rismawati, M.H., serta Wurinalya Maria Novenanty, L.L.M. yang juga menjadi koordinator dan ketua panitia acara, dengan editor Yanly Gandawidjaja, M.H., Sp1. Buku yang diterbitkan oleh Nuansa Aulia ini kini telah terbit dan dapat diperoleh secara bebas oleh masyarakat umum. (DAN – Publikasi)