Home / Berita Terkini / Festival Arsitektur Parahyangan 2019: Millimeter
Karya instalasi mahasiswa dalam FAP angkat isu urban pocket di Kota Bandung

Festival Arsitektur Parahyangan 2019: Millimeter

Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur (HMPSArs) kembali menyelenggarakan Festival Arsitektur Parahyangan (FAP) bertajuk “Millimeter” pada Sabtu, (7/12/2019) di Plaza PPAG Universitas Katolik Parahyangan. Kali ini acara mengangkat “Urban Pocket” yang didasarkan oleh isu arsitektur di Kota Bandung.

Acara dikemas dalam bentuk festival dengan karya instalasi, seni pertunjukkan, dan bazaar dan mengundang bintang tamu Garhana dan KILMS. Acara turut dimeriahkan oleh penampil internal, yaitu MLB Band, Stepars, Square Island and Friends, 37 Degrees, Blueben, Arslongga, Listra, GRRRL, dan Samanars

Perencanaan dan perancangan kota yang kurang baik menciptakan ruang-ruang residu seperti kantung yang tidak terpakai dan kerap kali mengabaikan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Hal tersebut diakibatkan oleh meningkatnya pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan lahan yang tidak sejalan dengan ketersediaan lahan kota.

Dengan mengangkat tema tentang “Urban Pocket” dan menggunakan slogan “Every millimeter matters”, panitia ingin meningkatkan kesadaran pentingnya pembangunan lahan umum yang dapat mengoptimalisasikan ruang-ruang yang tidak terpakai hingga ukuran terkecilnya (millimeter). 

Karya Instalasi

Melalui instalasi berupa perancah bangunan, panitia ingin memberikan pengunjung suasana dan pengalaman yang menggambarkan tema acara. “Ruangnya kami bikin sempit dengan sirkulasi susah dan akses terbatas, kami ingin pengunjung dapat merasakan urban pocket itu seperti apa,” Jelas Muhammad Arif Naufal selaku ketua pelaksana FAP saat diwawancarai oleh Tim Publikasi.

Instalasi terbagi ke dalam dua lantai, dengan panel-panel narasi terpasang di lantai dua yang menjelaskan isu urban pocket. “Pengunjung harus menunduk dan hati-hati, tetapi setelah menyelesaikan alurnya, pasti akan tersadar kalau ruangan tersebut bisa dipakai.” tambahnya. 

Sebelumnya, sebagai rangkaian dari acara FAP ini, Hubungan Masyarakat HMPSArs berkolaborasi dengan Forum Ikatan Mahasiswa Arsitektur Jawa Barat (FIMA Jabar) mengadakan pra-acara talkshow bertajuk “Ngawangkungkeun: Urban Pocket” pada Senin, (2/12/2019) di Braga. Dengan tema yang sama, acara mengundang pembicara, menyelenggarakan eksibisi arsitektur, dan melibatkan mahasiswa-mahasiswa jurusan Arsitektur dari berbagai universitas di Jawa Barat untuk mendiskusikan isu urban pocket..

Melihat antusiasme masyarakat yang mengunjungi acara, Arif berharap adanya kesinambungan dan dampak positif dari acara terhadap masyarakat dan mahasiswa arsitektur di masa depan. “Semoga acara ini bisa berdampak terhadap masyarakat, pesannya bisa tersampaikan hingga masyarakat sadar bahwa permasalahan ini memang ada, dan mahasiswa diharapkan dapat menciptakan karya yang lebih baik ke depan.” (MGI/DAN)