Home / Berita Terkini / Fasilitasi Mahasiswa Rasakan Belajar di Luar Negeri
pertukaran pelajar

Fasilitasi Mahasiswa Rasakan Belajar di Luar Negeri

Belajar adalah suatu sifat utama yang dimiliki manusia. Proses belajar tidak mengenal usia, dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Sebagai warga negara, belajar adalah hak, juga kewajiban yang harus dipenuhi dan dilaksanakan. Sebagai insan yang memiliki keingintahuan yang luar biasa besar, belajar menjadi kebutuhan dasar setiap manusia.

Pepatah mengatakan, “belajarlah sampai ke negeri Cina”. Dengan keterbukaan global yang ada saat ini, belajar di negeri yang asing bukan lagi menjadi mimpi semata. Kesempatan belajar di luar negeri kini terbuka lebar. Tentu saja, hal ini mendorong banyak orang, khususnya mahasiswa, untuk menimba ilmu di berbagai belahan dunia. Salah satunya, Program Pertukaran Pelajar atau Student Exchange Program, adalah wadah untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Dalam upaya mewujudkan universitas bertaraf internasional, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) terus membina kerjasama dengan mitra-mitra akademik global. Keinginan ini diperkuat pula oleh pendirian Kantor Internasional dan Kerjasama (KIK), sebagai terminal, fasilitator kerjasama antara Unpar dengan berbagai mitra, salah satunya dengan universitas lain di luar negeri.

KIK memfasilitasi mahasiswa Unpar untuk melakukan pertukaran pelajar ke berbagai universitas mitra di luar negeri. Beberapa mitra kerjasama Unpar di antaranya, Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA), International Network Universities (INU), Association of South East Asian Catholic College and Universties (ASEACCU), mitra bilateral di beberapa universitas di Asia, Amerika, Australia dan Eropa. Kegiatan pertukaran pelajar ini berlangsung selama satu hingga dua semester.

Meski kesempatan kini terbuka lebar, bagi sebagian orang, mimpi untuk berkuliah di luar negeri, meski hanya lewat pertukaran pelajar, tampak sulit diwujudkan. Salah satunya adalah kendala biaya, baik biaya studi, biaya akomodasi, dan biaya hidup. Beberapa universitas mitra Unpar menawarkan berbagai pengurangan biaya, utamanya dalam biaya studi, bagi mahasiswa. Misalnya saja, bagi mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar di universitas yang tergabung dalam ACUCA, mereka juga bisa mendapatkan bantuan pembiayaan studi, dengan mengajukan subsidi kepada ACUCA melalui KIK Unpar.

KIK Unpar tidak hanya menjadi jembatan bagi mahasiswa dengan universitas tujuan. Melalui program Be Unpar’s Delegation, KIK memberikan bantuan berupa pembiayaan biaya transportasi, baik dari Indonesia ke negara tujuan, maupun saat akan pulang ke Indonesia.

Tidak hanya bagi mahasiswa Unpar yang ingin merasakan pengalaman belajar di luar negeri semata, keberadaan KIK memungkinkan Unpar untuk membuka kesempatan yang sama bagi mahasiswa dari luar negeri untuk merasakan pengalaman kuliah di Unpar. Salah satunya adalah Program ACICIS, yang ditujukan bagi mahasiswa dari Australia, untuk berkuliah di Unpar selama satu semester, baik lewat International Relations Program, maupun West Java Field Study. Seluruh program dibiayai oleh pemerintah Australia, lewat New Colombo Plan. Bahkan, saat ini Unpar dipercaya pula oleh pemerintah sebagai salah satu universitas bagi calon mahasiswa yang memperoleh beasiswa melalui Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB).