Home / Berita Terkini / FAP 2016: Peduli Permasalahan Kota Bandung
Festival Arsitektur Parahyangan 2016

FAP 2016: Peduli Permasalahan Kota Bandung

Pada Sabtu (21/3), Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur (HMPSArs) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan Festival Arsitektur Parahyangan (FAP) 2016. Bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Bandung, FAP sendiri merupakan acara rutin himpunan yang sudah diadakan sejak tahun 2007 silam. Secara khusus, FAP 2016 terselenggara sekaligus sebagai acara penutupan kepengurusan HMPArs periode 2015/16. FAP hadir ke tengah masyarakat dengan mengangkat isu-isu seputar arsitektur dan perkotaan terkini di Bandung. Tahun ini FAP hadir dengan mengusung tema “Compact City: Reorienting Urban Growth.”

Adapun pemilihan tema FAP kali ini didasarkan pada isu yang sedang marak dibahas di negara-negara berkembang dewasa ini yaitu kepadatan penduduk. Lebih lanjut, melihat pada fakta bahwa kota Bandung saat ini terasa berbeda dan mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Misalnya saja, kawasan perumahan yang sudah tidak tertata rapi dan permasalahan kemacetan yang kian hari semakin parah. Untuk itu, dari tema besar yang diusung, “Compact City” ada empat hal yang bisa dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembangunan kota Bandung yaitu, historical preservation, transit oriented development, open space, dan vertical housing. Dalam sesi seminar, lebih lengkap dijabarkan mengenai permasalahan kota Bandung berikut solusi-solusi yang terkait. Penjabaran dibuat semenarik mungkin dengan menggunakan foto-foto dan sketsa arsitektur yang dipasang di stand pameran.

Selanjutnya, terdapat pula sesi petunjukkan musik yang ditampilkan oleh sebelas band lokal, termasuk beberapa di dalamnya band yang berasal dari mahasiswa Unpar. Adapun sejumlah performers yang turut memeriahkan acara FAP 2016 diantaranya, Dried Cassava, Sajama Cut, Rumahsakit, Kommunal, Samanars, Komunitas Parkour Bandung, dan lainnya. Menambah kenyamanan pengunjung, disediakan juga 20 stand pameran barang lokal yang kualitasnya sudah tidak diragukan lagi.

Arthur Elmund selaku Ketua Pelaksana FAP 2016, mengaku senang akan banyaknya respon positif dari para pengunjung yang datang. Lebih lanjut ia berpesan, “Semoga FAP tahun-tahun selanjutnya bisa tetap menampilkan dan mengangkat isu arsitektural yang berdampak positif pada masyarakat umum, dengan pengemasan yang menarik dan bermanfaaat sesuai dengan perkembangan jaman sekarang dan nanti. Semoga acara FAP selanjutnya juga bisa lebih meriah dan lebih baik lagi”, ungkapnya.

Diharapkan melalui FAP 2016, generasi muda khususnya mahasiswa dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan permasalahan yang ada di kota Bandung demi peningkatan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.