Home / Berita Terkini / Fakultas Hukum Unpar Menjadi Tuan Rumah Simposium Hukum Nasional: Hukum Perdata Internasional

Fakultas Hukum Unpar Menjadi Tuan Rumah Simposium Hukum Nasional: Hukum Perdata Internasional

Salah satu cara akademisi untuk memperdalam keilmuan adalah dengan membangun komunitas akademik dengan bidang kajian yang sama. Pentingnya mengembangkan pengajaran mengenai Hukum Perdata Internasional, Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar) berkesempatan menjadi tuan rumah Simposium Hukum Nasional. Dalam acara yang digelar pada 11-12 Desember 2018 tersebut, para akademisi yang mengkaji hukum perdata internasional berkumpul untuk mendiskusikan kerangka pengajaran hukum perdata internasional di jenjang sarjana.

Hari pertama dibuka dengan presentasi dari dua pemateri yaitu Tiurma M. Pitta Allagan (Universitas Indonesia) dan Afifah Kusumadara (Universitas Brawijaya). Tiurma membuka presentasi dengan menjabarkan bagaimana dunia berubah karena revolusi industri 4.0 dan bagaimana hal tersebut memengaruhi perkembangan dan urgensi dari hukum perdata internasional. “Sekarang ini gaya mengajar kita tidak bisa seperti dahulu terus. Banyak mahasiswa yang sudah tidak menyukai membaca kasus per kasus seperti yang kita lakukan. Maka dari itu, kita perlu terus berkembang juga,” ungkapnya.

Afifah memaparkan bahwa hukum perdata internasional masih merupakan ilmu yang vital bagi sarjana hukum di era kontemporer. “Anak didik saya yang sudah lulus banyak menggunakan ilmu hukum perdata (internasional) dalam pekerjaan mereka. Mereka yang sekarang bekerja di kementerian luar negeri, legal officer di perusahaan multinasional, dan juga praktisi hukum lainnya,” ujar Afifah yang menunjukkan bahwa bagi sarjana hukum, pengetahuan akan hukum perdata sangat membantu dalam pekerjaan mereka nantinya.

Hari kedua diisi dengan diskusi mengenai kerangka pengajaran dari hukum perdata internasional. Dimoderatori oleh Dr. Bayu Seto Hardjowahono dosen FH Unpar, diskusi ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi aktif serta perhatian yang detil dan mendalam dari para penyelenggara dan peserta. Draft final hasil diskusi rancangan pembelajaran tersebut ditandatangani oleh Dr. Bayu Seto, Sunaryati Hartono (akademisi hukum), dan Zulfa Basuki (Universitas Indonesia).