Home / Berita Terkini / Fakultas Filsafat Unpar Meneliti dan Mengabdi

Fakultas Filsafat Unpar Meneliti dan Mengabdi

Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan Bandung (FF Unpar) bekerja-sama dengan P3M memberangkatkan 20 (dua puluh) mahasiswa ke Paroki Santa Maria Yang Terkandung Tak Bernoda, Garut dalam rangka kegiatan mata kuliah Pendidikan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM), pada Jumat (4/1/2019). Kegiatan ini mendapat persetujuan dan dukungan penuh dari Pastur Paroki Garut, R.D. Thomas Sunarto.

Mata kuliah PPPM merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh semua mahasiswa bukan hanya karena tuntutan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetapi lebih-lebih karena penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sudah menjadi jiwa insan akademik Unpar. Hal ini bisa dilihat dari sesanti yang menjadi semangat Unpar, “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti,” yang berarti “Berdasarkan Ketuhanan Menuntut Ilmu untuk Dibaktikan kepada Masyarakat.”

Di Paroki tersebut, mahasiswa ditempatkan di setiap lingkungan dengan susunan sebagai berikut: 3 (tiga) mahasiswa di lingkungan St. Paulus yang memiliki 98 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan St. Petrus yang memiliki 39 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan Immanuel yang memiliki 46 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan St. Vincentius yang memiliki 32 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan St. Theresia yang memiliki 41 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan St. Yohanes Pembaptis yang memiliki 62 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan St. Elizabeth yang memiliki 40 keluarga, 2 (dua) mahasiswa di lingkungan St. Caecilia yang memiliki 53 keluarga, 3 (tiga) mahasiswa di Stasi Santa Maria Fatimah Sumedang yang memiliki 48 keluarga. Mahasiswa hidup bersama dengan warga masyarakat selama 15 (lima belas) hari sampai penarikan kembali mahasiswa ke kampus pada 19 Januari 2019.

Profil lulusan Program Studi Sarjana Ilmu Filsafat yang telah ditentukan oleh FF Unpar ada lima. Yang pertama, konseptor yang memiliki kemampuan memahami dan menerapkan konsep-konsep pokok filsafat, teologi, dan humaniora dalam konteks kehidupan masyarakat. Yang kedua, motivator yang memiliki kemampuan menggunakan konsep-konsep yang dimiliki untuk memotivasi dan memberikan pertimbangan atau saran kepada masyarakat. Yang ketiga, edukator yang memiliki kemampuan untuk mengajar dan mendidik masyarakat dalam bidang humaniora. Yang keempat, pengamat budaya yang memiliki kemampuan menguasai konsep-konsep budaya, mengidentifikasi dan memformulasi isu-isu budaya yang terjadi di masyarakat. Yang kelima, peneliti yang memiliki kemampuan memahami dan menerapkan metode-metode penelitian dalam riset ilmiah filsafat dan teologi dalam konteks kehidupan masyarakat.

Kegiatan mata kuliah PPPM memang dirancang berdasarkan profil lulusan yang ingin dicapai. Pada enam hari pertama (4-9 Januari), mahasiswa bertugas untuk membangun relasi dengan masyarakat dan melakukan pengumpulan data yang diperlukan. Pada dua hari berikutnya (10-11 Januari), mahasiswa melakukan pengelompokan data dan mulai menyusun sebuah narasi. Selanjutnya, berdasarkan narasi yang telah disusun, mahasiswa merumuskan dan menyusun berdasarkan prioritas masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal pada dua hari berikutnya (12-13 Januari).

Setelah itu, mahasiswa merancang sebuah program pemberdayaan atau pelayanan kepada masyarakat pada tiga hari berikutnya (14-16 Januari). Pada dua hari berikutnya, mahasiswa mulai mempersiapkan presentasi. Mahasiswa mempresentasikan seluruh hasil kegiatan penelitian dan rancangan program pengabdian atau pelayanan kepada masyarakat di hadapan para Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan segenap warga masyarakat yang hadir. Kegiatan presentasi ini dilakukan selama dua hari (17-18 Januari).

Kegiatan ini juga merupakan kegiatan penilaian untuk Ujian Tengah Semester (UTS). Dalam kegiatan ini, DPL dan warga masyarakat memberikan tanggapan terhadap presentasi yang diberikan oleh mahasiswa. Pada 19 Januari, mahasiswa berpamitan kepada warga masyarakat dan meninggalkan lokasi untuk kembali ke kampus. Sebagai kegiatan penilaian untuk Ujian Akhir Semester (UAS), berdasarkan laporan-laporan yang telah disusun dan dipresentasikan, mahasiswa merancang sebuah artikel atau bentuk karya tulis lain yang bisa dipublikasikan. Tujuan publikasi ini adalah agar hasil kegiatan penelitian dan pengabdian ini dapat berguna bagi seluruh warga masyarakat pada umumnya dan warga Paroki Santa Maria Yang Terkandung Tak Bernoda, Garut, Keuskupan Bandung, pada khususnya.

Kegiatan ini memberikan kesan yang mendalam bagi warga masyarakat. Ternyata bukan hanya mahasiswa yang belajar dari warga masyarakat, melainkan warga masyarakat belajar banyak hal dalam kegiatan ini. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam hidup, karya, dan doa yang dihayati oleh mahasiswa FF Unpar yang kebanyakan juga adalah kaum religius sangat mewarnai kehidupan warga masyarakat. “Sejak adanya mahasiswa di rumah dan lingkungan,  kami jadi ikut mengadakan doa dan makan bersama dalam keluarga pada malam hari,” kata salah seorang warga.

Selain itu, kunjungan mahasiswa kepada beberapa warga yang sedang sakit parah sempat membuat mereka terharu dan meneteskan air mata. Mereka sangat merindukan sosok pribadi yang peduli. Hal ini mengubah paradigma tentang profil mahasiswa Filsafat-Teologi. Mereka bukanlah sosok yang jauh dari realitas, melainkan yang sangat dekat dengan realitas. Realitas merupakan titik berangkat dan titik akhir dari ilmu yang mereka pelajari.

Penulis: B. Ario Tejo S., S.S., M.Hum (Dosen mata kuliah PPPM, FF Unpar)