Home / Berita Terkini / Executive Leadership Essentials ASEACCU (Batch 2)

Executive Leadership Essentials ASEACCU (Batch 2)

Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU) bekerjasama dengan British Council kembali mengadakan pelatihan Executive Leadership Essential batch 2. Kegiatan pelatihan ini merupakan suatu pelatihan kepemimpinan yang secara umum mendiskusikan mengenai the role of the leader, creating trust, influencing, delivering through others, motivating your team, negotiation, facilitating change, dan managing conflict.

Sama seperti pelatihan yang diadakan sebelumnya, Executive Leadership Essential batch 2 diselenggarakan di University of Santo Tomas, Manila, Filipina, pada 21 hingga 25 Januari 2019. Program pelatihan kali ini dihadiri oleh 20 peserta dari universitas-universitas anggota ASEACCU dengan fasilitator master trainer Shalini Thomas dari British Council.

Indonesia diwakili oleh 9 orang peserta yang berasal dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Universitas Widya mandala, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Sanata Dharma. Unpar mengirimkan empat orang peserta yang sudah melewati proses seleksi di tingkat Kepala Biro/Unit/Bagian untuk mengikuti pelatihan ini, yaitu M. Ella Kosasih, B.Sc., Febrina A. Verasvera. SE., Veronica Afridita K, SS., dan Maria F. Hanna, ST., MT..

Acara pelatihan diawali dengan Welcome Dinner dan dibuka secara resmi oleh Rektor University of Santo Tomas, Manila, Very Rev. Herminio Dagohoy, O.p., Ph.D. Materi pelatihan dengan sistem day-by-day training diberikan dengan menggunakan berbagai metode menarik sehingga peserta terlihat sangat antusias. Metode tersebut ditujukan agar peserta dapat saling berbagi dan memahami perbedaan dan persamaan diantara peserta melalui kegiatan pelatihan.

Acara ditutup oleh Rektor University of Santo Tomas pada sesi Closing Ceremony. Peserta dari Indonesia menampilkan tarian asal Flores, Ge Mu Fa Mi Re yang disambut meriah oleh penonton. Pada hari terakhir, University of Santo Tomas selaku tuan rumah mengajak para peserta untuk mengunjungi Corregidor Island yang merupakan bekas markas militer tentara Amerika Serikat dan Jepang pada zaman perang dunia.