Home / Berita Terkini / Ekspo KMI 2018: Kompetisi se-Indonesia? Siapa takut!

Ekspo KMI 2018: Kompetisi se-Indonesia? Siapa takut!

Dorotea Wulan Bastari, mahasiswi Program Studi Manajemen Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) beserta teman-temannya berkesempatan untuk mengikuti Ekspo KMI 2018 di Institut Pertanian Bogor, pada 9-12 November 2018. Berikut cerita tentang pengalamannya menjadi peserta dalam ajang kewirausahaan mahasiswa tersebut.

Perjalanan saya dimulai ketika saya dan kelima teman saya ditunjuk oleh dosen Praktik Manajemen, Pak Christian Wibisono, untuk mengikuti Ekspo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atau yang dikenal dengan Ristekdikti. Dalam ajang ini, kami wajib mengumpulkan paper mengenai gambaran bisnis yang sudah dijalankan dan nantinya, kami akan diseleksi oleh panitia untuk dapat ditampilkan dalam stan di KMI Ekspo 2018.

Jika terpilih untuk ditampilkan, stan terbaik akan dilombakan, dan jika suatu bisnis yang di-propose ingin dilombakan, bisa dilombakan dalam KMI Award yang dibagi dalam 5 kategori. Kami memasukan bisnis kami ke dalam kategori industri kreatif. Event ini mengangkat konsep real business competition dengan tema “Penguatan Wirausaha Mahasiswa Indonesia melalui Techno-sociopreneurship Menghadapi Revolusi Industri 4.0” sehingga bisnis yang diikutsertakan harus sudah berjalan dan berbasis teknologi atau sosial.

Kebetulan, bisnis yang sedang kami bina, yaitu Blu (@iwearblu), adalah bisnis berbasis sosial, yang mana kami menjual produk fashion upcycled pertama di Indonesia yang terbuat dari olahan limbah tekstil, dengan harapan produk kami mampu mengurangi penggunaan plastik dengan beralih ke tote bag yang kami ciptakan, dan mampu mengurangi jumlah limbah tekstil di sungai Citarum yang dinobatkan sebagai sungai paling kotor di dunia. Bukan hanya itu, kami juga punya mimpi untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat kurang beruntung di daerah Bandung. Oleh karena itu, dalam proses pembuatan tas kami, kami melibatkan mereka melalui prinsip fair trade dan mengedepankan local artisan.

Singkat cerita, tim kami berhasil terpilih dan menjadi satu-satunya tim yang mewakili Unpar di Ekspo KMI 2018 yang tahun ini diadakan di kampus Darmaga Institut Pertanian Bogor (IPB). Walaupun kami tahu acara ini diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, kami tidak pernah menyangka bahwa ternyata pesertanya benar-benar dari seluruh pelosok Indonesia, dengan total kampus yang terdaftar sebanyak 124 kampus. Megahnya pun bukan main, diawali dengan opening ceremony yang luar biasa, dan ditutup dengan closing ceremony yang memukau.

Jujur, rasanya seperti nonton Asian Games! Bukan hanya paduan suara, tapi juga ada tarian, drama pertunjukan, fashion show, dan yang paling keren, peragaan kostum yang menggambarkan provinsi di Indonesia. Mungkin tim kami tidak membawa pulang piala, tapi saya merasa sangat senang, karena saya mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan ribuan orang hebat dari berbagai kota. Bukan hanya itu, saya juga merasa bahagia, karena diberikan kesempatan yang sangat berharga, ini merupakan lifetime experience yang tidak akan saya lupakan. Terakhir, saya juga merasa bangga, karena saya berhasil membawa nama Unpar ke event yang lebih tinggi, dan memperkenalkan Unpar ke berbagai universitas di Indonesia yang belum mengenalnya.

Kami memang belum berhasil menang, tetapi Ekspo KMI membuka lebar pandangan saya terhadap mahasiswa Unpar yang sebenarnya mampu bersaing di jenjang nasional. Hanya saja, mereka takut sebelum mencoba, mereka takut untuk memulai, dan lebih sedihnya, kebanyakan dari mahasiswa Unpar menciptakan bisnisnya hanya untuk syarat mata kuliah, tanpa berani melanjutkan bisnisnya untuk dibawa ke masyarakat.

Saya sangat berharap dari pengalaman saya, bisa mendorong jiwa kewirausahaan mahasiswa Unpar dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan sehingga mampu bersaing di KMI Ekspo selanjutnya. Karena sekali lagi saya tekankan, saya yakin dengan kualitas mahasiswa Unpar, dan bukan hanya saya yang yakin, tetapi dewan juri, dan dosen-dosen dari kampus lain yang mampir ke booth kami juga mengatakan hal yang sama. Akhir kata, jangan pernah takut untuk berlomba, menang itu bonus. Kalau pun kalah, setidaknya kamu sudah satu level di atas teman-teman kamu yang tidak mencoba sama sekali.

SALAM MAHASISWA!