Home / Berita Terkini / Eksplorasi Pasar Ekonomi Kreatif Lewat Parahyangan Marketive

Eksplorasi Pasar Ekonomi Kreatif Lewat Parahyangan Marketive

Tahun ini merupakan momen perdana Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (BEM Unpar) menyelenggarakan Parahyangan Marketive. Program kerja ini menjadi wadah baru bagi mahasiswa yang berminat mendalami kewirausahaan, khususnya kewirausahaan kreatif. Serupa dengan namanya yang berarti Market Economy Creative, program ini menyoroti potensi dan peluang bagi mahasiswa yang ingin terjun berbisnis dalam pasar ekonomi kreatif.

Kepada Tim Publikasi Unpar, Fitri Nur Avivah sebagai Executive Director Parahyangan Marketive berbagi latar belakang dan tujuan program kerja tersebut. “Kita ingin meng-encourage lebih banyak mahasiswa untuk memahami bisnis kreatif itu apa,” ujarnya. Tim Parahyangan Marketive ingin menyediakan lingkungan edukatif bagi mahasiswa Unpar untuk menciptakan pasar bisnis kreatif. Bahkan, lanjut Fitri, Parahyangan Marketive dapat, “memotivasi mereka untuk menjadi business owner”

Program Daring

Masa pandemi justru memberikan kesempatan baru bagi Parahyangan Marketive. Dengan target awal kegiatan tatap muka di bulan April dan September 2020, program kini dikemas melalui metode daring atau online. Rangkaian kegiatan Parahyangan Marketive pun kini menjadi beragam. 

“Yang pertama,” ungkap Fitri, “adalah Creative Talk.” Gelar wicara daring bertajuk “Marketive Creatalk” ini mengundang berbagai pembicara menarik yang mayoritas merupakan business owner atau tengah terlibat dalam usaha start-up. “Contohnya, kita sudah membahas tentang finansial, how to create business, juga tentang start-up,” jelasnya. Adapun kegiatan ini telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, dengan Creative Talk seri keempat dalam tahap persiapan.

Konten edukasi berlanjut hingga segmen media lain, seperti melalui Creativepreneur Podcast., Adapun “Marketive Preneurcast” yang pertama bertajuk “Behind Chocolate Domination”, dengan mengundang co-founder dari Co.Choc’s. Melalui podcast ini, kata Fitri, “Kita ingin mengemas teori bisnis ini dengan cara yang lebih edukatif juga entertaining.”

Fitri menyatakan bahwa pergeseran program Parahyangan Marketive ke platform digital membawa dampak positif. Salah satunya adalah nilai engagement yang lebih tinggi. Keikutsertaan dalam acara-acara Parahyangan Marketive yang sebelumnya ditarget 200 peserta kini dapat mencapai 500 peserta. Tentu saja, kata Fitri, “Impact-nya lebih luas lagi.”

Dengan sambutan yang sangat baik dari mahasiswa Unpar, Tim Parahyangan Marketive berinovasi untuk merancang agenda utama yang akan mendorong anak muda untuk produktif dari rumah. “Kita sebagai panitia ‘dipaksa’ untuk brainstorm bareng, bagaimana visi kita di awal bisa dibawa dalam acara-acara kita,” lanjut Fitri. Agenda utama ini yaitu Pre-Event berupa seminar serta Kompetisi Bisnis sebagai Main Event, yang direncanakan akan dihelat September 2020.

Wirausaha Kreatif

Lalu, kenapa mahasiswa perlu belajar berwirausaha kreatif?

Fitri menyoroti mindset yang terbentuk di tengah-tengah mahasiswa, yang biasanya setelah lulus akan kerja di perusahaan atau melanjutkan studi saja. “Seakan-akan,” tegasnya, “kita S-1 itu hanya akan kerja di tempat orang lain.” Padahal, kesempatan untuk berusaha membangun bisnis itu terbuka lebar. “Kita bisa kok menciptakan jiwa-jiwa kreatif kita ini diimplementasi jadi sesuatu yang menguntungkan,”” tambahnya. 

Bagi Fitri dan Tim Parahyangan Marketive, bisnis tidak hanya ditujukan untuk mempelajari teori, tapi juga berpraktek dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis.“Kita juga lebih kreatif untuk membuka lapangan kerja baru” memperluas “Indonesia butuh banyak orang yang inisiatif yang dampaknya tidak hanya untuk diri sendiri tapi buat orang lain juga sih.”

BEM Unpar melalui Divisi Ekonomi Kreatif mendukung kegiatan kewirausahaan mahasiswa Unpar. Misalnya dengan mengadakan program Paid Promote untuk membantu pemasaran business owner mahasiswa Unpar. Melalui aset media sosial beserta follower yang dimiliki oleh BEM Unpar, mereka mempromosikan karya kewirausahaan para mahasiswa pada hari-hari tertentu setiap minggunya. “Misalnya, satu hari kita mem-posting tiga bisnis anak Unpar untuk diperlihatkan kepada audiens (media sosial) BEM Unpar,” lanjut Fitri.

“Kondisi Covid saat ini sebenarnya jadi peluang emas buat kita,” ungkap Fitri di akhir wawancara. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi anak muda bekreasi lebih dan menghasilkan lebih banyak wirausahawan. “Kita bisa berangkat dari suatu masalah untuk menjadi kreatif dan dari kreatif ini kita bisa menciptakan sesuatu yang inovatif dan kompetitif,” pungkasnya. Parahyangan Marketive pun menjadi salah satu langkah positif menciptakan lingkungan inovatif guna menciptakan kemandirian bisnis bagi mahasiswa Unpar. (DAN – Divisi Publikasi)