Home / Berita Terkini / Drips Coffee, Kolaborasi Bisnis Mahasiswa dan Dosen

Drips Coffee, Kolaborasi Bisnis Mahasiswa dan Dosen

Di pojok gedung rektorat Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), berdiri sebuah kedai kopi yang, meski kecil, ramai dikunjungi. Tidak hanya kopi, sajian lain seperti roti bakar dan gelato menjadi pendamping yang pas bagi mahasiswa, dosen, dan siapapun yang duduk singgah dan menikmati suasana yang berbeda di Kampus Unpar.

Tempat ini adalah Drips Coffee, sebuah usaha yang dikelola secara bersama oleh dosen dan mahasiswa Unpar. Berdiri sejak awal tahun 2016, Drips berada di bawah bimbingan Inkubator Bisnis Unpar, wadah bagi sivitas akademika Unpar yang ingin mengembangkan bisnis yang telah mereka miliki. Inkubator Bisnis dan Teknologi Unpar merupakan bagian dari Centre of Excellence (CoE), Lembaga Penelitian dan Pengabdian bagi Masyarakat (LPPM) Unpar. Drips kini dikelola oleh Fiona Ekaristi Putri, S.IP., M.M., Kepala Inkubator Bisnis dan Teknologi Unpar, juga Irsanti Hasyim, SE., MSM., M.Eng., dosen Manajemen Unpar, beserta rekan-rekan mahasiswa.

Dalam wawancara dengan Tim Publikasi Unpar, Santi, memaparkan bahwa Drips bukanlah sebuah tempat mencari keuntungan semata. Utamanya, Drips menjadi laboratorium bagi mahasiswa Unpar untuk mengembangkan bisnisnya. Misalnya, bagi mahasiswa yang belum pernah melakukan uji pasar, maupun yang pemasarannya masih terbatas, tidak memiliki tempat usaha, juga ingin memperluas cakupan bisnisnya. “Tentunya akan kita coba untuk fasilitasi di sini,” tuturnya. Di sisi lain, keuntungan yang diperoleh dari aktivitas usaha Drips salah satunya digunakan untuk mendanai berbagai kegiatan Inkubator Bisnis dan Teknologi Unpar.

Dengan sistem consigmnent (konsinyasi), Drips mengajak mahasiswa yang memiliki bisnis, khususnya di bidang kuliner, untuk bekerja sama dalam memasarkan produk. Tidak hanya itu, Inkubator Bisnis, selaku pemilik Drips, juga akan membantu para pebisnis muda, untuk mengembangkan bisnis, lewat pelatihan dan praktik. Seperti yang dikemukakan oleh dosen di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Unpar ini, “Kita beri pelatihan, kita kasih materi, kita dampingi juga bisnis mereka.”

Kerja Sama yang Profesional

Meski berada dalam lingkup universitas, Drips membangun kerja sama yang profesional dengan mahasiswa yang memiliki bisnis. “Kita bersama dengan teman-teman pelaku bisnis juga berusaha untuk bekerja secara profesional,” lanjut Santi. Contohnya, setiap produk akan melalui proses seleksi dan feasibility test, untuk menentukan apakah produk tersebut dapat dipasarkan melalui Drips.

Setelah melalui tahapan tersebut, maka akan ada proses negosiasi antara mahasiswa pemilik bisnis dan pengelola Drips, untuk menentukan masa kontrak. Hal ini, menurut Santi, memberikan pengalaman yang nyata bagi mahasiswa, khususnya bila mereka mengembangkan bisnisnya di luar lingkungan kampus. Hingga saat ini, pihak Drips telah bekerja sama dengan beberapa mahasiswa, juga pihak eksternal, dalam bentuk konsinyasi produk.

Sama seperti bentuk usaha lain, Drips juga mendapatkan berbagai tantangan. Tidak sedikit usaha yang bergerak di bidang serupa dengan Drips, yang beroperasi di kawasan sekitar Unpar. Namun, Drips memiliki keunikan tersendiri. Selain lokasinya yang berada di jantung Unpar, mahasiswa juga dilibatkan secara aktif dalam mengelola bisnis tersebut. “Tujuan utamanya adalah ingin sebanyak mungkin melibatkan mahasiwa Unpar,” kata Santi. Selain itu, keberadaan mahasiswa sebagai pengelola juga menarik minat mahasiswa lain pada Drips. “Jadi, dari mahasiswa, untuk mahasiswa, oleh mahasiswa,” tambahnya.

Mengajak Mahasiswa Berbisnis

Berbagai cara dilakukan oleh Drips untuk memperkenalkan diri kepada sivitas akademika Unpar, salah satunya melalui pembagian kopi gratis bagi mahasiswa yang mengikuti Instagram Drips. “Sebetulnya untuk membangun awareness, supaya orang-orang tahu kalau ada Drips,” jelas Santi menambahkan. Di sisi lain, melalui instagramnya, Drips memberikan edukasi bisnis bagi mahasiswa. Hal ini juga mendorong mahasiswa untuk berani memulai dan mengembangkan produk dan bisnisnya.

Ke depan, Santi menjelaskan bahwa Drips akan berfokus pada pengembangan bisnis, termasuk melakukan optimalisasi ruang sebagai fasilitas bagi mahasiswa, dan bila memungkinkan, melakukan ekspansi ke tempat yang lebih permanen. Semua ini bertujuan untuk mengajak lebih banyak lagi mahasiswa Unpar, untuk berani menjadi wirausahawan, mengembangkan dan memasarkan produknya sendiri, salah satunya melalui Drips dan Inkubator Bisnis dan Teknologi Unpar.  “Harapannya, semakin banyak yang tahu, semakin banyak yang bisa ikut,” tutup Santi.