Dies Natalis 66 Unpar, Hati yang Terbuka Bagi Semesta

Senin (18/1/2021), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan acara Oratio Dies Natalis yang ke-66 secara luring dan daring. Acara ini dihadiri oleh Rektor beserta para pimpinan universitas dan fakultas dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Acara juga disiarkan secara langsung melalui YouTube.

Memperingati 66 tahun perjalanannya, Unpar mengangkat tema “Hati Terbuka Bagi Semesta.” Melalui tema tersebut, Unpar berharap untuk mendorong dan mengajak seluruh warga Unpar untuk meningkatkan kepedulian dan merangkul semua lapisan masyarakat dalam persaudaraan kemanusiaan. 

Acara dibuka dengan sambutan oleh Pengurus Yayasan Unpar Pst. Basilius Hendra Kimawan, OSC.. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan ajakan yang sejalan dengan tema Dies Natalis, untuk berkontribusi kepada masyarakat. 

Selain dari Pengurus Yayasan Unpar, sambutan dan ucapan selamat diberikan pula oleh Ketua LLDIKTI Wilayah IV Prof. Uman Suherman, dan Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset Nasional (Ristek/BRIN) Prof. Bambang Brodjonegoro, Gubernur Jawa Barat, Wakil Walikota Bandung, Dosen, serta Mitra dan Alumni Unpar.

Dalam acara tersebut, rektor Unpar Mangadar Situmorang, Ph.D. Selain memberikan sambutan juga memaparkan laporan perkembangan Unpar hingga saat ini.

Persaudaraan Tanpa Sekat

Oratio Dies Natalis kemudian disampaikan oleh Dr.theol. Leonardus Samosir, OSC. yang merupakan Dekan Fakultas Filsafat Unpar. Orasinya yang berjudul Fratelli Tutti, bermakna persaudaraan tanpa sekat. Manusia tidak dapat hidup, berkembang, dan mencapai kesempurnaan kecuali dengan memberikan bantuan yang tulus kepada manusia lain. Kalimat tersebut merupakan cerminan dari Kultur Perjumpaan, yang juga menyatakan bahwa Kasih adalah satu hal yang dapat menghapuskan sekat-sekat antar manusia.

Unpar adalah sivitas akademika yang nantinya akan melahirkan manusia-manusia yang bergabung dengan manusia lain serta membentuk komunitas. Persaudaraan tanpa sekat adalah sesuatu yang perlu dipahami untuk menjalani kehidupan dalam komunitas dan perkumpulan. Dengan begitu, seluruh warga Unpar dapat memberikan sesuatu kepada masyarakat.

Pembahasan orasi dilakukan oleh Dr.rer.nat. Cecilia E. Nugraheni (Dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Sains UNPAR) dan Prof. Dr. Ignatius Bambang Sugiharto (Dosen Fakultas Filsafat UNPAR).

Dalam acara ini Unpar juga memberikan penghargaan bagi mahasiswa sarjana dan diploma yang berprestasi dalam PILMAPRES 2020. Disampaikan pula penghargaan lain kepada dosen, staf, fakultas, jurusan, program studi, dan pengelola jurnal di Unpar.

Selamat Ulang Tahun ke-66 bagi Unpar! (ALK/DAN – Divisi Publikasi)