Home / Berita Terkini / Destroying Kerr-Sen Black Hole
Destroying Kerr Sen Black Hole

Destroying Kerr-Sen Black Hole

Lubang hitam merupakan salah satu prediksi yang paling mencengangkan dari teori relativitas umum Einstein. Gaya gravitasi dari lubang hitam sangatlah besar hingga cahaya, yang merupakan partikel tercepat di alam semesta, tidak dapat keluar darinya. Hingga kini berbagai sifat dari lubang hitam masih menjadi misteri dan terus diteliti oleh fisikawan di seluruh dunia.

Salah satu fisikawan, yang juga merupakan dosen Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan, Dr. Haryanto Siahaan, ikut mengulik misteri lubang hitam. Ia mengumumkan hasil penelitian terbarunya yang berjudul “Destroying Kerr-Sen Black Hole” pada jurnal internasional prestisius Physical Review D 93, 064028.

Pada tulisannya di jurnal dengan impact factor 4,643 ini, Dr. Siahaan mempelajari kemungkinan merusak lubang hitam berputar dan bermuatan listrik dalam kerangka teori string. Lubang hitam ini dikenal dengan lubang hitam Kerr-Sen, yang solusinya ditemukan oleh fisikawan India Ashoke Sen pada tahun 1992. Dr. Siahaan menemukan jika lubang hitam Kerr-Sen berputar dengan luar biasa cepat, partikel klasik dengan sifat fisis tertentu yang jatuh kedalamnya justru dapat merusak “kulit” lubang hitam ini yang dikenal sebagai horison peristiwa. Lubang hitam yang rusak tersebut kemudian dinamakan singularitas telanjang, karena tidak ada lagi “kulit” yang membungkus singularitas yang berada di pusat lubang hitam.

Penemuan ini menarik karena ditunjukkan bahwa singularitas telanjang dapat terjadi juga dalam kerangka teori string, yang oleh banyak pihak dipercaya sebagai teori pamungkas yang menjelaskan semua proses di alam ini. Hasil pekerjaan ini juga menjadi sanggahan tambahan, disamping pekerjaan oleh fisikawan-fisikawan lain di mancanegara, untuk sebuah pernyataan yang cukup terkenal yaitu Cosmic Censhorship Conjecture. Dalam konteks lubang hitam, Cosmic Censhorship Conjecture menyatakan bahwa setiap singularitas fisis akibat rutuh gravitasi bintang mati bukan pada saat alam semesta baru terbentuk haruslah terbungkus oleh horison peristiwa.

 

Sumber paper: http://journals.aps.org/prd/abstract/10.1103/PhysRevD.93.064028