Dealing with Uncertainty, Confronting the Unknown

Pada Jumat (5/3/2021), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) mengadakan Webinar Internasional bertajuk “Dealing with Uncertainty, Confronting the Unknown”. Webinar ini merupakan bagian dari Southeast Asia Sales Competition (SEASAC) 2021 dengan Unpar sebagai tuan rumah dan didukung oleh ERASMUS+ Programme (European Union). 

Webinar mengundang Arijit Roy (Salesforce), Agustinus Miranda (Astra TSO), dan Bruce Edward Week (Rangsit University) sebagai pembicara. Syayu Zhukhruffa (Dosen Unpar) menjadi moderator pada kegiatan ini. Webinar akan mendiskusikan mengenai isu ketidakpastian (uncertainty) terutama di bidang bisnis dan ekonomi di masa pandemi global.

Dunia Berubah

Kini dunia telah berubah dan tidak akan kembali ke masa lalu. Di masa kini banyak cara untuk berkolaborasi, cara untuk tetap terkoneksi kepada konsumen, bekerja dapat dilakukan di mana saja, dan banyak bisnis model baru yang muncul. Berdasarkan riset, 69% pekerja percaya bahwa pandemi akan mengubah bagaimana cara mereka bekerja. 

Arijit memberikan beberapa saran dalam karir di tengah ketidakpastian yang terjadi. Pertama, selalu merasa senang karena kehidupan mempunyai caranya tersendiri untuk membuat situasi menjadi lebih baik. Kedua, tetap bersyukur terhadap apa yang dimiliki. Ketiga, berikan usaha apapun langkah karir yang telah dipilih. Bisa karena terbiasa dan terlatih terus menerus. Terakhir, terus merasa kompetitif karena ketika di dalam kompetisi kesempatan akan datang.

Bisnis Otomotif

Akhir-akhir ini perusahaan pembuatan otomotif mulai mengembangkan fitur digital untuk penjualannya dan servis pasca penjualan. Berdasarkan riset tahun 2020, Agustinus menjelaskan bahwa bisnis otomotif di Indonesia harus mampu untuk memetakan tentang konsumen dan perubahan pasca pandemi yang nantinya akan menghasilkan inovasi produk dan servis yang dapat diaplikasikan ke pasar yang tersedia. 

Di masa depan industri otomotif harus mampu untuk berkompetisi dengan keuntungan dari inovasi dunia digital yang memperkaya konsumen. Saat ini banyak acara dan pameran yang dilakukan secara virtual karena keterbatasan kontak fisik di masa pandemi. Industri otomotif pun melakukan inovasi dengan mengembangkan virtual expo saat meluncurkan produk baru mereka ke pasaran. 

Inovasi di bidang digital ini bisa menjadi strategi yang tepat di masa pandemi, dimana seluruh proses bisnis harus ditunjang oleh teknologi dan digitalisasi untuk menjangkau para konsumen dan penggunanya.

Dahulu ketika pergi ke pusat perbelanjaan, masyarakat dapat melihat secara langsung barang yang dijajakan sambil membeli makanan ringan di tengah perjalanan. Pengalaman ini perlahan menghilang ketika toko online mulai datang di tengah masyarakat. Dahulu orang-orang mendengarkan musik melalui recorder, kaset, atau compact discs. Kemudian di masa kini semua orang mendengarkan musik melalui streaming berbasis internet. 

Dari kejadian diatas, Edward mengambil suatu pelajaran bahwa pebisnis harus sadar akan fakta bahwa segalanya akan berubah seiring dengan waktu dan harus rela untuk ikut dalam arus perubahan ini. (JNS/DAN – Divisi Publikasi)