Home / Berita Terkini / “Cultural Visit” Ajak Mahasiswa Asing Menikmati Budaya Lokal

“Cultural Visit” Ajak Mahasiswa Asing Menikmati Budaya Lokal

Jawa Barat memang penuh dengan ragam budaya yang khas. Mulai dari kuliner, seni rupa, hingga seni pertunjukkan yang tidak bisa ditemui di daerah lain di Indonesia. Tidak salah bila siapa saja yang mengunjungi Jawa Barat tertarik untuk menikmati, bahkan berinteraksi langsung dengan berbagai rupa budaya tersebut.

Keanekaragaman budaya menjadi salah satu pemikat mahasiswa internasional untuk belajar di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Tidak hanya untuk menambah ilmu melalui perspektif yang berbeda, para mahasiswa juga ingin mencicipi budaya lokal Jawa Barat. Unpar, sebagai rumah bagi akademisi internasional, memfasilitasi keinginan tersebut.

Sebagai bagian dari program pengenalan kebudayaan masyarakat Tatar Pasundan, International Office (IO) Unpar menyelenggarakan program Cultural Visit pada Jumat (19/10) lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 22 mahasiswa yang terdiri dari peserta didik Program Darmasiswa, ACICIS, dan Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Selain didampingi oleh staf akademis Unpar, para peserta juga didampingi oleh staf ACICIS dan seorang pengajar Darmasiswa.

“Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh International Office setiap semester,” jelas Theo, staf IO Unpar yang mendampingi para mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Tujuannya adalah kita ingin memperkenalkan kultur (budaya) di Indonesia,” tambahnya.

Batik dan angklung

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Batik Hasan di Cigadung. Di lokasi produksi batik khas Bandung ini, mahasiswa diajak untuk belajar membatik. Hal ini menjadi pengalaman baru bagi para mahasiswa, terlebih ketika mereka memahami proses rumit dalam menghasilkan kain batik.

Berikutnya, para mahasiswa diajak menyaksikan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo. Mereka mendapatkan pengetahuan baru berkaitan dengan alat musik bambu khas Parahyangan itu.

Kegiatan Cutural Visit diikuti dengan antusias oleh mahasiswa internasional. “Respon mereka sangat positif,” kata Theo. Apalagi, para mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dari kunjungan tersebut. “Terutama untuk membatik. Mereka baru tahu kalau proses membatik itu sangat panjang,” guraunya.