Home / Berita Terkini / CTP Unpar Hadirkan Wadah Riset Fisika Teori di Indonesia

CTP Unpar Hadirkan Wadah Riset Fisika Teori di Indonesia

Universitas merupakan ruang bagi kaum intelektual untuk mengembangkan ilmu, khususnya melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mendukung peran tersebut, universitas mendirikan pusat studi yang secara spesifik menyelenggarakan riset dalam bidang ilmu tertentu.

Untuk mendukung pengembangan ilmu, khususnya dalam bidang sains, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) meluncurkan Center for Theoretical Physics (CTP) atau Pusat Studi Fisika Teori pada 29 November 2019. Acara peresmian pusat studi fisika teori pertama di Indonesia ini mengundang Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Laksana Tri Handoko yang menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Ekosistem Riset era 4.0”.

Menurut Haryanto M. Siahaan, Ph.D. selaku Kepala Pusat Studi, pendirian CTP diprakarsai oleh keinginan para akademisi fisika teori Unpar dalam mengembangkan ilmu sesuai keahliannya. Keberadaan CTP menurutnya, “dapat meningkatkan hasil penelitian oleh akademisi UNPAR dalam bidang fisika teori, baik dari segi kualitas dan kuantitas.”

Kehadiran CTP tidak hanya mendapat tanggapan positif di Unpar. Komunitas ilmiah fisika teori di Indonesia menyambut baik kehadiran pusat studi ini. Hal ini mendukung peningkatan kolaborasi antara para peneliti dalam negeri maupun dengan peneliti dari luar negeri. Kerja sama keilmuan ini sebelumnya telah terjalin melalui beberapa publikasi lokal dan internasional yang dihasilkan oleh para peneliti asal Unpar bersama mitra penelitiannya.

Program CTP

Sesuai dengan namanya, riset yang difasilitasi oleh CTP berfokus pada bidang fisika teori. “Namun secara khusus,” ungkap Haryanto, “area yang akan menjadi fokus penelitian adalah tentang gravitasi dan materi gelap.” Pusat studi ini menargetkan agar hasil penelitian anggotanya dapat dipublikasikan dalam jurnal internasional Q1. Untuk mendukung terselenggaranya riset yang berkualitas, CTP memiliki tiga program utama, yaitu penelitian, pelatihan dan penyebaran hasil kegiatan. 

Pertama, penelitian CTP ditargetkan menghasilkan minimal dua publikasi internasional bereputasi baik per tahun. Kemudian, pelatihan akan diwujudkan dalam bentuk CTP-Meeting. “CTP-Meeting akan mengumpulkan ilmuwan lokal yang sedang aktif dalam membahas suatu permasalahan tertentu untuk dapat menyampaikan perkembangan yang mereka lakukan dan berinteraksi dengan kolega dalam meeting tersebut,” jelas Haryanto. Selain itu, CTP akan menyelenggarakan workshop bagi para peneliti muda untuk meningkatkan pengetahuan akan isu fisika teori yang sedang ramai dibahas.

Tentunya, hasil riset dan kegiatan tersebut perlu diketahui oleh masyarakat agar bermanfaat secara luas. Hal ini berkaitan dengan program ketiga CTP, yaitu penyebaran. “Semuar kegiatan dalam CTP-Meeting dan Workshop akan disebar secara elektronik, misalnya youtube,” kata Haryanto. Penyebaran juga akan dilakukan melalui kuliah umum.

Wadah Penelitian Mandiri

Haryanto berharap agar CTP Unpar mampu berkembang menjadi wadah penelitian mandiri, khususnya dalam segi sumber dayanya, sehingga dapat menjadi suatu institut fisika teori. “
Jika dapat tercapai,” lanjutnya, “ini akan menjadi yang pertama di tanah air, sebagaimana Pusat Studi ini menjadi yang pertama ada di tanah air untuk pusat studi sejenis yang resmi dibawah naungan sebuah universitas.” 

Semangat CTP Unpar untuk mencapai taraf internasional patut mendapat dukungan dari komunitas akademik Unpar. Tentu saja, kehadiran dan pencapaian Pusat Studi Fisika Teori tidak hanya akan memberikan nilai tambah positif bagi Jurusan Fisika, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, serta Unpar sebagai institusi pendidikan tinggi berkualitas, namun juga diharapkan dapat mendorong munculnya pusat studi sejenis di Tanah Air yang dapat mendukung pengembangan riset nasional. (DAN)