Home / Berita Terkini / Cegah Penyebaran COVID-19, IKA Unpar Tunda Penyelenggaraan Kongres VI
IKA Unpar Tetapkan Ketua Baru
Kongres V IKA Unpar yang diselenggarakan pada tahun 2016 lalu. Kongres VI IKA Unpar yang sedianya akan diselenggarakan pada 21 Maret 2020 ditunda untuk mencegah penyebaran COVID-19

Cegah Penyebaran COVID-19, IKA Unpar Tunda Penyelenggaraan Kongres VI

Kongres VI Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (IKA Unpar) yang sedianya akan diselenggarakan pada Sabtu, 21 Maret 2020 di Kampus Unpar dibatalkan sementara serta ditunda hingga keadaan kondusif. Hal ini disampaikan Ketua SC Bambang Priatmono seperti dikutip dari rilis yang diterima oleh Divisi Publikasi Unpar pada Rabu (18/3/2020).

Dijelaskan lebih lanjut bahwa penundaan yang diumumkan melalui Surat Edaran Ketua Umum DPP IKA Unpar itu bukan semata formalitas akibat himbauan Pemerintah atau arahan Rektor Unpar, melainkan terutama karena didorong oleh pertimbangan kemanusiaan. 

“Iya, faktor kemanusiaan itu yang menjadi pertimbangan utama,” jelas Bambang seperti dikutip dalam rilis.  “Adanya himbauan Pemerintah disusul berbagai protokol resmi yang diterbitkan, itu menjadi rujukan kebijakan agar pengunduran jadwal Kongres ini terlegitimasi.”

Mengenai usulan Kongres agar menggunakan metode pemilihan elektronik atau e-Voting, Bambang menjelaskan bahwa hal ini hanya mekanisme pemilihan Ketua Umum saja, yang sebelumnya menggunakan sistem coblos diganti menjadi perangkat elektronik. Namun, bukan berarti kedaulatan anggota melalui kongres diubah menjadi pemilu.

“Kita tidak memiliki payung konstitusi untuk mengubah kongres menjadi pemilu. Kalau mau dilaksanakan dengan e-Voting, maka syarat kredensial kuorum tetap harus dipenuhi dengan kehadiran di tempat Kongres, AD-ART-nya berkata begitu. Jadi meski semua orang punya ponsel, bukan berarti pemungutan suara dilakukan dari rumah masing-masing. Lagi pula, agenda Kongres kali ini bukan hanya memilih Ketua Umum”, tegas Bambang.

Untuk waktu penyelenggaraan Kongres VI IKA Unpar, Ketua Umum IKA Unpar Rainier Haryanto didampingi Sekjen Kweek Beng Tie mengindikasikan, “Paling lambat satu bulan setelah Pemerintah menyatakan secara resmi bahwa situasi dan kondisi terkait COVID-19 sudah aman.”

Dalam kesempatan lain, Ketua OC Bobby Suryo mengatakan bahwa secara teknis, persiapan dan kesiapan Kongres tidak masalah. “Memang dengan pengunduran waktu kongres, kita membatalkan beberapa vendor yang sudah dipesan, tapi hal itu dapat dimengerti karena ini keadaan force majeure”, jelas Bobby.

Sementara itu, Rektor Unpar Dr. Mangadar Situmorang telah meniadakan semua kegiatan perkuliahan tatap muka langsung sampai dengan akhir Semester Genap 2019/2020, termasuk kegiatan tatap muka langsung yang melibatkan kehadiran pihak luar UNPAR. Kegiatan perkuliahan, ujian, dan kegiatan lainnya akan dilaksanakan menggunakan metode daring. (/DAN – Bagian Publikasi, Sumber: Rilis Media Kongres VI IKA Unpar)